Sunday, 19 April 2026
Solusi Printing
  • Beranda
  • Produk Percetakan
  • Istilah Percetakan
  • Ukuran
    • Banner
      • Ukuran Spanduk/Baliho
      • Ukuran X Banner
      • Ukuran Mini X Banner
      • Ukuran Roll Up Banner
      • Ukuran Umbul Umbul
      • Ukuran Tripod Banner
    • Buku
      • Ukuran Booklet
      • Ukuran Company Profile
      • Ukuran Katalog
      • Ukuran Agenda Komplit
      • Ukuran Buku Menu
      • Ukuran Buku Manual
    • Kartu
      • Ukuran Kartu Nama
      • Ukuran Post Card
      • Ukuran ID Card
      • Ukuran Undangan Pernikahan
    • Kalender
      • Ukuran Kalender Meja
      • Ukuran Kalender Dinding
    • Stiker
      • Label Makanan
      • Ukuran Label CD
    • Ukuran Kertas
    • Lainnya
      • Poster
      • Hang Tag
      • Brosur
      • Tent Card
      • Wobbler
      • Reklame
      • Voucher
      • Ukuran Paper Bag
      • Kop Surat
      • Amplop
      • Map Folder
  • Tempat Percetakan
  • Kategori
    • Percetakan
      • Digital
      • Offset
    • Desain Grafis
    • Apparel
Solusi Printing
No Result
View All Result
Home Desain Grafis

Makin Kreatif dan Berkelas! Berikut 5 Tahap Design Thinking!

Jeffrey Ansen by Jeffrey Ansen
6 years ago
in Desain Grafis
Reading Time: 8 mins read
0
0
0
SHARES
411
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Design thinking adalah metode yang saat ini populer digunakan oleh berbagai perusahaan dunia. Perusahaan seperti Google, Samsung, GE, dan Apple mengadopsi pendekatan design thinking dan telah mendapatkan manfaatnya. Di sisi lain, berbagai lembaga pendidikan terkemuka dunia, seperti Stanford, Harvard, atau MIT secara aktif mengajarkan design thinking kepada para mahasiswa. 

Lalu, apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan design thinking? Selanjutnya, manfaat seperti apa yang bisa didapatkan ketika mengaplikasikan design thinking dalam proses desain grafis? Jawaban dari semua pertanyaan tersebut akan bisa kamu temukan secara lengkap di sini. Hal yang bisa dipastikan, bekal pengetahuan tentang design thinking bisa membuat kamu menciptakan kreasi yang lebih kreatif dan berkelas. 

Baca juga: Mau Buat Desain? Pelajari Dulu 6 Tema Dalam Desain Grafis!

Table Of Contents
  1. Pengertian Design Thinking
  2. 5 Tahap Design Thinking Menurut d.school
    • 1. Empathize
    • 2. Define
    • 3. Ideate
    • 4. Prototype
    • 5. Test
  3. Contoh Pengaplikasian Design Thinking
  4. Manfaat Penerapan Design Thinking
    • 1. Menurunkan risiko kerugian
    • 2. Solusi yang inovatif
    • 3. Proses belajar lebih cepat
    • 4. Kenyamanan pengguna
    • 5. Keuntungan lebih banyak

Pengertian Design Thinking

Design thinking merupakan istilah yang berlaku secara umum, tidak hanya di kalangan para desainer. Kamu juga bakal menemukan penggunaan istilah ini di bidang lain, seperti sains, teknologi, bisnis, dan lain sebagainya. Dalam dunia desain, design thinking merupakan upaya pendekatan dalam mengatasi sebuah permasalahan. Dalam prinsip design thinking, kamu perlu mencermati faktor kebutuhan user, kemampuan teknologi, serta bisnis. 

Dalam penerapannya, design thinking perlu melibatkan berbagai pihak terkait. Selain itu, design thinking merupakan proses berulang yang harus terus dilakukan. Dengan cara ini, kamu dapat memahami kebutuhan para pengguna, mengemukakan asumsi, dan mengidentifikasi strategi untuk meraih solusi permasalahan. Melalui proses design thinking yang terus berulang, kamu pun bisa memperoleh desain yang benar-benar berguna, aplikatif, serta berpotensi bisnis. 

Baca juga: Kamu Desainer? Penting Untuk Diingat, 7 Unsur Desain Grafis

5 Tahap Design Thinking Menurut d.school

Seperti yang telah disebutkan, design thinking ialah sebuah proses. Namun, proses apa saja yang perlu dilalui dalam design thinking? Menurut Institut Desain Hasso-Plattner Stanford (d.school), terdapat 5 tahapan penting dalam design thinking, yaitu: 

Baca juga: Masih Bingung? Ini Lho 5 Jurusan Desain Grafis di Indonesia

1. Empathize

Proses pertama yang wajib dijalani dalam design thinking adalah empathize atau berempati. Seorang desainer perlu berempati kepada para pengguna produk. Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pendekatan secara langsung dengan mereka untuk bisa mengetahui apa yang diinginkan sekaligus kebutuhannya. 

Pendekatan tersebut dapat dilakukan dengan proses wawancara. Selain itu, kamu juga dapat berupaya menempatkan diri sebagai salah seorang pengguna. Tindakan ini berguna agar desainer mampu mengetahui permasalahan yang tengah dihadapi oleh pengguna dan sekaligus menyelesaikannya. 

2. Define

Dalam proses empathize, kamu akan memperoleh banyak informasi penting berkaitan dengan pengguna. Setelah itu, kamu harus mengolah data tersebut secara efektif sehingga menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan. Pada tahapan ini, kamu dapat mengetahui permasalahan inti pengguna, kebutuhan mereka, dan insight yang bisa kamu dapatkan dari data tersebut. 

3. Ideate

Tahap yang ketiga adalah tahapan untuk memperoleh ide. Kamu bisa mengumpulkan ide sebanyak-banyaknya. Cara yang efektif untuk memperoleh ide adalah dengan melakukan diskusi dengan seluruh anggota tim. Berkaitan dengan tahapan ideate, ada 3 hal penting yang perlu menjadi perhatian, yakni:

  • Jangan mudah melakukan justifikasi. Hal ini kerap terjadi dalam sebuah diskusi. Ketika ada seseorang mengajukan ide, tak jarang peserta diskusi yang lain melontarkan justifikasi secara langsung. Tindakan ini akan membatasi kreativitas berpikir dalam mencari ide baru. 
  • Cari ide sebanyak-banyaknya. Ide yang diajukan tidak harus selalu unik atau inovatif. Kamu bisa pula mengajukan ide berlandaskan pada pengalaman terdahulu. Bahkan, kamu dapat juga melontarkan ide liar. 
  • Dorong rasa percaya diri. Kurangnya rasa percaya diri sering menjadi hambatan dalam tahapan ideate. Oleh karena itu, kamu perlu mendorong agar setiap anggota tim dapat memiliki kepercayaan diri dalam mengemukakan idenya. Caranya dapat dilakukan dengan berbagai metode. Sebagai contoh, kamu dapat melakukan vote secara diam-diam untuk memilih satu dari beberapa ide yang telah diajukan.

4. Prototype

Setelah mendapatkan ide dan menyepakatinya, tahap selanjutnya dalam proses design thinking adalah prototype. Dalam tahapan ini, kamu perlu membangun prototype atau purwarupa dari produk yang akan dibuat. Prototype tersebut dibuat dengan versi yang lebih ekonomis dan fitur terbatas. Dari pembuatan prototype tersebut, kamu dapat melakukan evaluasi dan sekaligus memperbaikinya. Proses pembuatan prototype dapat berulang sampai kamu bisa memperoleh prototype yang bagus. 

5. Test

Tahap yang terakhir adalah test atau pengujian. Berbeda dengan tahap prototype, pengujian kali ini melibatkan para pengguna secara langsung. Kamu pun bisa memperoleh masukan dari mereka berkaitan dengan pengalamannya dalam memakai produk yang tengah didesain. Selanjutnya, kamu dapat melakukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan masukan dari para pengguna.

Contoh Pengaplikasian Design Thinking

Desain yang melakukan Design Thinking

Design thinking adalah sebuah proses yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang. Oleh karenanya, tidak heran kalau berbagai perusahaan mengaplikasikannya. Salah satu contohnya adalah penerapan design thinking oleh AirBnB. 

Airbnb secara khusus membangun kultur bereksperimen. Startup umumnya melakukan eksperimen dengan parameter pengukuran yang jelas untuk menilai keberhasilannya. Namun, tidak halnya dengan Airbnb. Mereka memberlakukan eksperimen tanpa disertai parameter terukur. Hasilnya, Airbnb bertransformasi dari startup gagal menjadi salah satu unicorn sukses dunia. 

Contoh lain penerapan design thinking dapat kamu lihat pada Uber Eats. Mereka menjalankan layanan pengiriman makanan dengan pola pikir design thinking. Uber Eats pun berupaya untuk memahami bahwa setiap wilayah punya konsumen yang unik dengan kebiasaannya tersendiri. 

Untuk melakukannya, Uber Eats secara konstan berusaha untuk membaur dengan masyarakat lokal dan mempelajari kebiasaan mereka. “Berdiam diri di kantor San Francisco atau New York, kami tidak akan mampu memahami secara penuh pengalaman seseorang yang tinggal di Bangkok atau London”, tulis Paul Clayton Smith, salah seorang mantan desainer di Uber Eats.

Manfaat Penerapan Design Thinking

Ketika menerapkan design thinking, ada 5 manfaat utama yang bisa kamu dapatkan, yakni: 

Baca juga: Profesi Penting! Simak deh, 7 Manfaat Desain Grafis Ini!

1. Menurunkan risiko kerugian

Tahapan prototype dalam design thinking adalah untuk mampu meminimalkan kerugian saat meluncurkan produk baru. Biaya yang diperlukan untuk memperbaiki prototoype jauh lebih murah dibandingkan harus mengubah produk jadi yang sudah dilepas ke pasaran.

2. Solusi yang inovatif

Design thinking mendorong kamu untuk memperoleh ide sebanyak-banyaknya. Dalam tahapannya, kamu bisa mengeliminasi ide-ide yang dianggap kurang aplikatif dan akhirnya bisa memperoleh solusi inovatif. 

3. Proses belajar lebih cepat

Proses design thinking merupakan peluang untuk mengajak seluruh anggota tim belajar desain grafis bersama. Apalagi, masing-masing anggota akan didorong untuk mengemukakan idenya. Semakin banyak orang yang berpikir, proses pembelajaran yang pun berjalan kian cepat. 

4. Kenyamanan pengguna

Produk dari design thinking merupakan barang jadi yang sudah melewati proses eliminasi berulang. Berbagai fitur tak berguna, ketidaknyamanan dalam pemakaian, dan berbagai hal negatif lain, dapat dihilangkan sebelum peluncuran produk. Alhasil, pengguna berhasil mendapatkan barang yang memberi manfaat besar dan benar-benar berguna. 

5. Keuntungan lebih banyak

Dengan kepemilikan produk yang bermanfaat bagi pengguna, tak heran kalau barang tersebut akan laku keras di pasaran. Alhasil, perusahaan bisa meraih keuntungan lebih besar dari produk tersebut.

Nah, itulah informasi penting terkait penerapan design thinking adalah upaya memperoleh desain grafis yang lebih kreatif dan berkelas. Semoga bermanfaat, ya.

Tags: desaindesign thinking
ShareTweetSend
Previous Post

Sst! 15 Jenis Font Keren Untuk Desain Grafis ini Wajib Dimiliki!

Next Post

Makin Mantap Desain Pakai 7 Laptop Desain Grafis Ini!

Next Post

Makin Mantap Desain Pakai 7 Laptop Desain Grafis Ini!

Jangan Asal Buat! Berikut Ini 10 Ciri-Ciri Iklan yang Baik!

Ingin Buat Logo? Ini 8 Website Buat Logo Online Gratis Loh!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari Artikel

No Result
View All Result
  • Trending
  • Comments
  • Latest

28 Jenis Kertas Percetakan yang Paling Sering Digunakan

18/11/2023

15 Jenis Peralatan Kearsipan, Penjelasan & Fungsinya

22/08/2023

Perbedaan Laminasi Doff Dan Laminasi Glossy

19/11/2023

6 Cara Membuat Kop Surat di Amplop Dengan Word?

10/11/2022

Sebelum Cetak Brosur, Kenali 3 Jenis dan Ukuran Brosur Ini!

18/11/2023

Kenali 10 Jenis Bahan Spanduk dan Banner Digital Printing Ini!

20/11/2022

Supaya Ga Salah Cetak, Nih Pahami Perbedaan RGB dan CMYK

20/05/2023

12 Jenis Software Desain Grafis Terbaik Untuk Desainer

19/11/2022

Pengertian Ordner Dan Fungsinya Dalam Peralatan Kearsipan

14/11/2022

Printer Spooling ? Yuk Cari Tau Artinya Dan Penyelesaiannya !

24/11/2022

4 Bentuk Stempel dan Kegunaannya Untuk Perusahaan

6
Anak Zaman Now Jarang Tahu, Simak, Arti Iklan Media Cetak!

Anak Zaman Now Jarang Tahu, Simak, Arti Iklan Media Cetak!

3

Keliatan Murahan? Simak Nih, 11 Tips Desain Brosur Yang Jitu

2

Apa Itu Offset Printing?

2

Bukan Cuman Pajangan, Nih 9 Fungsi dan 6 Manfaat ID Card!

2

15 Aplikasi Desain Grafis Android Terbaik di Smartphone

2

Iklan Layanan Masyarakat: Pengertian, Sejarah dan Fungsinya

2

10 Cara Menghemat Kertas dan Mengurangi Sampah Kertas

2

Perbedaan Laminasi Panas dan Dingin Supaya Ga Salah Beli

2

Begini Aja ? Simak Deh 3 Cara Mudah Membuat Lanyard Ini !

2
produk billboard di wellen print

Wellen Print, Percetakan Jakarta Selatan Terbaik di Kelasnya!

25/03/2024
tempat sumbang baju bekas

8 Rekomendasi Tempat Sumbang Baju Bekas, Sayang Dibuang!

27/03/2024
Biar Modis, Pahami Macam Macam Fashion Style Ini Dulu, Yuk!

Biar Modis, Pahami Macam Macam Fashion Style Ini Dulu, Yuk!

18/03/2024
10 Jenis Banner Untuk Promosi! Kamu Cucok Yang Mana

10 Jenis Banner Untuk Promosi! Kamu Cucok Yang Mana?

12/03/2024
Apa Itu Stapler Ternyata Beda dengan Staples, Loh!

Apa Itu Stapler? Ternyata Beda dengan Staples, Loh!

12/03/2024
Cetak 3D Printing

Cetak 3D Printing: Kenali Seluk Beluknya Disini Yuk!!

04/03/2024
Cari Kaos Awet dan Bagus Kenali 4 Jenis Jahitan Kaos Ini!

Cari Kaos Awet dan Bagus? Kenali 4 Jenis Jahitan Kaos Ini!

19/01/2024
Jadi Trending! Simak Nih, Perbedaan Kaos Oversize dan Biasa!

Jadi Trending! Simak Nih, Perbedaan Kaos Oversize dan Biasa!

09/01/2024

Cara Menghilangkan Noda Luntur di Baju, Harus Gercep!

09/01/2024
20 Jenis Topi Kupluk Biar Tampil Kece, Kuy Disimak Dulu!

20 Jenis Topi Kupluk Biar Tampil Kece, Kuy Disimak Dulu!

19/01/2024

Menyediakan beragam informasi seputar dunia percetakan dan desain grafis seperti percetakan offset dan digital, serta peran desain di industri percetakan.

Follow Us

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Apparel
  • Artikel Pilihan
  • Box
  • Desain Grafis
  • Digital
  • Offset
  • Percetakan
  • Pilihan Editor
  • Sponsored
  • Uncategorized

Newsletter

Masukan alamat email Anda untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia percetakan/desain grafis.

© 2017 - 2022 Solusi Printing. All Rights Reserved. Designed & Optimized by Jasa SEO.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Produk Percetakan
  • Istilah Percetakan
  • Ukuran
    • Ukuran Kertas
    • Kartu
    • Banner
  • Tempat Percetakan
  • Kategori
    • Percetakan
      • Offset
      • Digital
    • Desain Grafis
    • Apparel

© 2017 - 2022 Solusi Printing. All Rights Reserved. Designed & Optimized by Jasa SEO.

Go to mobile version