Istilah Percetakan

Industri percetakan di Indonesia berkembang pesat sejak teknologi digital populer. Dahulu percetakan kerap dikaitkan dengan pembuatan media informasi seperti majalah, koran, dan buku. Kini percetakan mencakup berbagai media yang lebih luas, seperti spanduk, profil perusahaan, flyer, foto, cendera mata, hingga kain bermotif.

Percetakan merujuk pada proses yang berfokus pada produksi massa dalam bentuk gambar dan atau tulisan dengan tinta yang dicetak di suatu media memakai mesin cetak khusus. Secara umum ada dua jenis percetakan, yaitu offset printing dan digital printing.

Geliat industri percetakan saat ini sedikit banyak dimotori oleh digital printing. Tanpa pemesanan minimum, berapa pun jumlah pesanan pasti dilayani lewat percetakan digital. Meski digital printing mudah ditemukan, tetapi offset printing juga masih dicari konsumen.

Tak heran jika bisnis percetakan tumbuh bak jamur di musim hujan karena semakin banyak produk dan jasa layanan yang ditawarkan kepada konsumen. Bahkan, Anda tidak perlu mencetak dalam jumlah banyak. Cetak jumlah sedikit pun dilayani sehingga bisnis percetakan jadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern.

Ketika Anda berniat terjun dalam industri percetakan, penguasaan keterampilan dalam bidang percetakan, khususnya desain dan teknologi, akan membantu bisnis berjalan mulus. Minimal Anda memahami bagaimana tahap percetakan yang tepat, dari typesetting, pengaturan gambar, plate making, printing presses, hingga finishing dan penjilidan.

Oleh karena itu, mempelajari berbagai istilah percetakan bisa menjadi modal awal memahami seluk beluk bisnis percetakan. Dari A-Z, berikut deretan istilah percetakan yang perlu Anda ketahui.

A

Akrilik

Bahan yang ringan, tidak mudah pecah, dan mudah dibentuk melalui proses potong, bor, kikir, cat, haluskan, maupun dipoles. Sekilas mirip kaca, tetapi akrilik lebih lentur sehingga mudah dibentuk ke dalam berbagai bentuk rumit. Untuk membentuk dan membengkokkan plastik akrilik, bahan harus dipanaskan pada suhu 121℃ -149℃.

Sifat khas akrilik antara lain:

  • Mayoritas bening & transparan, tetapi ada juga yang berwarna
  • Kuat, ringan, lentur, tahan lama
  • Tahan benturan
  • Tahan cuaca panas maupun dingin, serta bahan plastik
  • Bisa didaur ulang
  • Mudah dibersihkan
  • Bisa dibuat beraneka bentuk
  • Aman untuk makanan

Umumnya ada dua jenis kelompok akrilik, yaitu:

  • Akrilik ekstrusi, lebih lembut, mudah tergores, tetapi populer dipakai untuk membuat display atau signage
  • Akrilik cetakan, kualitas lebih tinggi daripada ekstrusi, tetapi harga mahal dan lebih kuat.

Adapun beberapa produk yang bisa dibuat dari akrilik adalah gantungan kunci, plakat, signage, dan rak display.

Area Cetak

Area di kertas yang masih bisa dipakai mencetak alias menerima tinta. Maka, ukuran kertas perlu disesuaikan supaya proses pencetakan berlangsung optimal. Biasanya, area cetak selalu lebih kecil daripada ukuran kertas. Hal tersebut disebabkan belum adanya mesin cetak offset yang bisa mencetak penuh alias borderless. Faktor penyebab lainnya, mesin cetak offset membutuhkan penjepit/pegangan guna memegang kertas dalam proses pencetakan.

Berbeda jenis mesin offset, berbeda pula area cetak yang diproduksi. Contoh ukuran kertas untuk tiap mesin cetak offset dan area cetak antara lain:

  1. Heidelberg GTO 46 – ukuran kertas 32 x 46, area cetak 31 x 45
  2. Heidelberg MO – 63 x 46 – 62 x 45
  3. Oliver 46 – 33 x 48 – 32 x 47

B

Blanket Printing

Salah satu komponen mesin cetak offset. Berperan sebagai media perantara tinta dari pelat cetak dan kertas. Berfungsi menerima tinta dari pelat cetak kemudian memindahkannya menuju permukaan kertas. Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain:

  • Permukaan blanket tidak mengkilap
  • Pori-pori permukaan terbuka
  • Mudah menyerap dan melepaskan tinta
  • Permukaan rata
  • Tidak mudah menyerap minyak dari tinta cetak

Susunan blanket terdiri atas beberapa lapisan. Setiap lapisan dihubungkan dengan perekat sehingga blanket tampak seperti satu lembar kain karet.

  • Kain karet sintetis setebal 0,4-0,5 mm sebagai lapisan teratas untuk menerima tinta
  • Benang yang menjalin tiap sisi kain dengan kuat sehingga mampu menahan tekanan dan bentangan
  • Karet elastis untuk menyatukan tiap lapisan.

Bleed

Merujuk pada bagian area desain yang berada di luar garis potong. Fungsinya guna mengantisipasi tingkat akurasi yang rendah ketika hasil cetak dipotong. Bleed membantu mengurangi risiko ketidaktepatan ukuran kertas sehingga bagian desain tetap tercetak utuh sesuai ukuran yang diinginkan. Standar minimal ukuran bleed sekitar 3-5 mm pada setiap sisi, tergantung jenis materi cetak yang hendak dibuat.

Tanpa adanya bleed, hasil cetak usai finishing potong berisiko terlihat kurang rapi karena titik potong bergeser ke luar atau ke dalam. Maka, agar hasil cetak maksimal dan rapi, elemen desain selain background, seperti logo, gambar, dan teks harus berjarak minimal 5 mm dari garis potong agar tidak terpotong atau terlalu mepet ke tepi.

C

Capping

Sejenis tempat yang dipakai untuk merendam print head ketika sedang tidak dipakai. Fungsinya membantu print head mesin cetak tetap terjaga kelembapannya alias tetap dalam kondisi basah.

Dengan demikian tinta yang tersisa di permukaan membran print head tidak mengering. Sebab tinta kering bisa menyumbat print head yang membuat tinta tidak bisa mencetak dengan maksimal.

Cetak Flatbed

Proses pencetakan yang biasa digunakan pada permukaan datar. Dikenal juga dengan sebutan printer UV karena printer ini tidak hanya memakai tinta saja, tetapi juga sinar UV guna membantu proses pengeringan tinta di permukaan media cetak. Proses ini membuat tinta tetap di bagian yang diharapkan, tidak meluber ke bagian lain. Selain itu, hasil cetakan tidak pucat karena tinta tidak menguap.

Cetak flatbed umum dipakai pada material yang tidak bisa dicetak memakai printer biasa. Beberapa contoh media cetak flatbed antara lain kaca, keramik, akrilik, kertas foto, plastik, pvc, dan kayu. Cetak flatbed populer dipakai mencetak berbagai macam barang custom. Misalnya, USB flash drive, tumbler, tas kain, dan plakat akrilik.

Computer to Plate (CTP)

Proses pencetakan secara digital yang dilakukan pada lembaran plat untuk dipakai mesin cetak offset. Proses ini masuk dalam tahap persiapan cetak atau prepress. Dikenal juga dengan istilah direct-to-plate, pembuatan plat cetak ini langsung dari file yang diproses lewat komputer. Ada tiga komponen dasar dalam CTP, yaitu komputer, imaging system, dan printing plate.

Dibandingkan platemaking konvensional, CTP punya kelebihan dalam hal:

  • Tidak perlu menyediakan film dan bahan kimia pengembang
  • Desain tercetak lebih tajam dan detail pada plate lewat first generation dot, yaitu data digital langsung tercetak di plat tanpa melewati media lain
  • Produksi pelat lebih cepat, lebih konsisten, dan biaya produksi lebih rendah
  • Lebih fleksibel untuk permintaan produksi yang sifatnya mendadak.

Clogging

Istilah yang merujuk pada ketidakstabilan print head ketika proses cetak berlangsung. Akibatnya print head tidak mampu mengeluarkan tinta secara sempurna sehingga muncul garis pada hasil cetakan. Ketika cek nozzle dilakukan, terlihat garis putih yang menandai keberadaan area yang tidak tercetak karena tinta tidak keluar. Umumnya disebabkan kerak tinta dan bagian nozzle print head.

Beberapa penyebab clogging antara lain:

  • print head rusak dan mengganggu kinerja nozzle sehingga menyebabkan clogging permanen
  • Adanya shorting atau korslet pada print head
  • Masalah pada distribusi tinta
  • Posisi negative pressure tidak tepat, tidak pas, atau tidak rata.

Corporate Color

Warna khusus yang biasa dimiliki oleh perusahaan besar. Warna ini menjadi identitas brand dari perusahaan bersangkutan sehingga muncul istilah warna perusahaan X. Penamaan warna ini akan berkaitan dengan tinta yang dipakai dalam proses cetak.

Crop Mark

Tanda potong yang membantu ketika pengerjaan finishing potong hasil cetak dilakukan. Garis potong ini menjadi penunjuk batas-batas mana saja yang akan disisir dan dipotong. Saat ini hampir semua aplikasi grafis secara otomatis sudah mendukung pembuatan crop mark. Jika memakai Adobe Illustrator, ada dua cara pembuatan crop mark yang bisa dilakukan.

  • Memakai menu Filter > Create > Crop Marks, otomatis garis penanda akan mengelilingi objek yang dipilih.
  • Membuat bidang dengan Rectangle Tool sesuai ukuran area desain yang hendak ditandai dengan crop mark.

Creasing

Suatu proses yang dilakukan guna menghilangkan retakan di lipatan kertas. Proses ini dilakukan dengan menekan media kertas sampai masuk ke dalam sehingga membuat dua tekanan yang dalam sesuai alur lipatan yang dikehendaki. Teknik creasing mirip proses emboss dan deboss. Teknik creasing umum dipakai pada jenis cetakan sangat tebal, seperti katalog, buku menu, undangan hard cover.

Ada dua metode yang lazim dipakai, yaitu:

  • Rotary creasing, bahan dilintasi melalui dua rol, rol atas memakai creasing disc male dan rol bawah memakai disc female.
  • Lipatan panas yang memakai polypropylene.

D

Deboss

Kebalikan dari emboss, deboss merupakan teknik finishing yang menciptakan efek cekung atau tenggelam. Pada deboss, metal die diposisikan di depan atau atas media cetak. Kemudian metal die ditekan sehingga memunculkan bagian media cetak yang masuk ke dalam.

Umum dipakai saat keperluan cetak komersial, antara lain kemasan/packaging, kartu pos, dan sampul buku. Kedalaman bisa diatur sesuai kebutuhan. Kertas dengan gramatur tebal lebih direkomendasikan untuk dipakai sebagai media cetak agar efek deboss lebih terlihat.

Design Setter

Orang yang bertanggung jawab mengatur file yang akan dicetak agar sesuai dengan standar cetak. Beberapa komponen yang diperhatikan antara lain warna, ukuran, teks, dan pengaturan cahaya. Designsetter juga kerap menyediakan jasa desain. Biasanya dilakukan untuk memenuhi keperluan klien sehingga fokus pada keinginan klien, tanpa melalui proses brainstorming dan riset ide.

Desktop Publishing

Berupa aplikasi yang dipakai untuk membuat proyek editorial. Tujuan pemakaian desktop publishing adalah menempatkan gambar, grafik, dan teks pada halaman sehingga pengaturan elemen itu bisa dilakukan dengan mudah.

Contoh proyek editorial yang dihasilkan dari aplikasi desktop publishing adalah majalah, katalog, menu, dan buku. Setiap aplikasi memiliki kelebihan fitur teknis, kemudahan penggunaan, kinerja, dan biaya. Beberapa aplikasi desktop publishing yang populer dipakai di kalangan desainer grafis antara lain Adobe InDesign, QuarkXPress, dan Pagination.com.

Die Cutting

Proses manufaktur yang dilakukan melalui pembentukan pola dan desain di media berkekuatan dan ketebalan rendah. Misalnya, kertas, karton, kain, papan serat, busa, lembaran besi, dan kayu. Proses ini dilakukan dengan cara memotong dan melubangi material tersebut.

Dalam prosesnya, ada roll silinder yang akan berputar dan menekan bagian material sesuai cetakan blok kayu yang diberi potongan pisau. Besar kecil tekanan roll silinder bisa diatur menurut kebutuhan.

Seiring perkembangan teknologi, die cutting sudah hadir dalam versi digital yang dioperasikan oleh komputer. Maka, bentuk cutting atau potongan yang dihasilkan pun jauh lebih presisi, tajam, dan rapi. Die cutting biasa dipakai dalam proses pembuatan stiker, kemasan, maupun kain untuk sepatu.

Dot per inch/DPI

Berhubungan dengan kerapatan titik ketika mencetak sehingga DPI menunjukkan kualitas hasil cetak. Ketika suatu gambar mempunyai jumlah DPI besar, maka hasilnya akan semakin jelas dan detail begitu dicetak. Ketika DPI kurang rapat atau rendah, otomatis kualitas cetak menurun. Maka, besarnya DPI juga berpengaruh pada ukuran file.

Ukuran DPI standar percetakan umumnya 300 dan 600 DPI. Namun, ukuran DPI sama bisa jadi menghasilkan cetakan berbeda karena perbedaan printer dan jenis kertas. Sementara, untuk cetakan yang sangat besar (contoh signboard) bisa dicetak pada DPI lebih rendah karena gambar tetap tampak bagus saat dilihat dari jauh.

Duplex Printing

Mencetak pada kedua sisi kertas. Biasa ditemukan pada printer yang dilengkapi unit duplex sehingga bisa membalikkan selembar kertas begitu sisi pertama selesai dicetak. Ada dua jenis duplex printing, yaitu:

  • Manual duplex, kertas harus dibalik secara manual sebelum mengirim perintah print dokumen di sisi sebaliknya.
  • Auto duplex, printer secara otomatis membalikkan kertas pada dua sisi sekaligus dalam satu kali perintah print.

E

Emboss

Teknik finishing yang dibuat dengan menciptakan hasil cetak naik pada permukaan kertas atau timbul. Acuan emboss didapat dari klise, atau logam hasil proses cukil. Klise ditempatkan di bagian bawah besi yang disebut metal die. Kemudian besi tersebut ditekan ke atas hingga mengenai media cetak guna memberi hasil timbul di lapisan kertas.

Hasilnya, finishing emboss meninggalkan bekas terbalik dari sisi lawan media bersangkutan alias timbul. Teknik ini biasa dipakai cetak komersial, antara lain kemasan/packaging, kartu pos, dan sampul buku. Ketinggian dapat diatur sesuai kebutuhan. Direkomendasikan memakai kertas gramatur tebal supaya efek emboss lebih terlihat.

F

File Siap Cetak/File Ready to Print

Mengacu pada file final atau akhir yang sudah siap dicetak, biasanya berformat PDF. Tujuannya untuk mengurangi risiko kesalahan saat mencetak desain karena file tersebut tidak bisa diedit lagi.

Agar hasil cetakan maksimal, beberapa standar yang harus dipenuhi file siap cetak adalah:

  • Sudah dibuat dalam resolusi tinggi agar hasil cetakan tajam dan gambar tidak pecah.
  • Memakai mode warna CMYK karena format warna komputer umumnya RGB, sedangkan printer justru hanya mengenali warna CMYK.
  • File sudah tidak bisa diedit, seperti PDF atau JPEG, supaya isi file tidak berubah saat di-setting di percetakan.

Foam Board/Papan Busa

Material berupa lembaran padat yang mempunyai permukaan keras, tetapi licin dan halus, serta berwarna putih susu. Pada bagian tengah berisi foam sehingga material ini lebih ringan dibandingkan lembaran bahan lain. Memiliki dimensi panjang dan lebar sesuai ukuran tripleks, ketebalan foam board sekitar 1-20 mm. Ciri khas foam board antara lain:

  • Ringan dengan flexural strength yang tergolong baik
  • Tidak mudah lapuk dan tahan air
  • Mudah dibentuk dan dikerjakan sehingga kerap jadi alternatif kayu lembaran
  • Kuat dan kaku, permukaan kerasnya tahan goresan dan benturan ringan
  • Bisa dibentuk dengan cara dipanaskan
  • Ramah lingkungan karena bebas bahan beracun dan logam serta bisa didaur ulang.

Foam board umum dipakai untuk signage (pengganti bahan akrilik), interior ruangan (partisi, wall panel), dan fasad bangunan.

G

Gambar 3D

Gambar ruang dari sebuah benda yang mempunyai panjang, lebar, dan tinggi atau kedalaman. Umum dipakai dalam bidang animasi, komputer, matematika, dan seni. Tiap bangun tiga dimensi punya kapasitas yang disebut volume. Gambar 3D biasanya bisa dinikmati atau dipandang dari berbagai arah: atas bawah, depan belakang, kiri kanan. Misalnya, patung atau seni keramik. Sementara pengaplikasian 3D pada film membuat penonton seolah-olah masuk menjadi bagian dari film tersebut.

Gamut Warna

Sering disebut juga color space atau ruang warna. Mengacu pada palet warna yang mampu diproduksi suatu benda atau peralatan. Hal ini membuat setiap teknologi memiliki keterbatasan reproduksi warna yang berbeda-beda.

Contoh, warna hasil cetakan offset biasanya tidak seterang warna desain saat ditampilkan di monitor komputer. Sebab monitor memakai palet warna RGB, sedangkan mesin cetak memakai CMYK. Monitor mempunyai batasan warna atau gamut yang lebih besar dibandingkan mesin cetak. Besar kecilnya gamut tiap peralatan inilah yang membuat tampilan warna yang dihasilkan dari alat-alat tersebut tampak berbeda.

Grafika

Presentasi visual yang diproyeksikan pada suatu permukaan, antara lain layar komputer, kanvas, dinding, dan kertas. Tujuannya adalah memberi informasi, hiburan, ilustrasi,  maupun tanda. Dengan kata lain, grafika berupa suatu informasi verbal yang memakai media gambar untuk menyampaikan pesan.

Biasa hadir dalam kombinasi teks, warna, dan ilustrasi, beberapa tampilan visual ini tergolong dalam grafika, yaitu:

  • Gambar
  • Foto
  • Line Art
  • Diagram
  • Tipografi
  • Angka dan huruf
  • Desain geometris
  • Simbol
  • Gambar teknik
  • Peta

Gramatur

Merujuk pada ukuran berat kertas. Gram per square atau gsm atau g/m² menjadi satuan metrik yang dipakai untuk mengukur berat kertas. Berat ini merupakan berat sebenarnya dari selembar media yang dipotong dalam ukuran 1×1 meter persegi. Maka, gsm menciptakan skala yang lebih akurat ketika dipakai menilai ketebalan dan berat kertas.

Berdasarkan berat gramatur, ada beberapa kelompok kertas yang beredar di pasaran.

  • 70-80 gsm
    Sering dipakai dalam kebutuhan sehari-hari dengan dimensi kertas beragam, seperti A4, F4, kuarto, dan A3. Umum dipakai untuk cetak dokumen, buku, atau skripsi.
  • 100-150 gsm
    Dijumpai pada jenis Art Paper, Matt Paper, HVS, Coronado, dan Concorde. Biasa dipakai untuk cetak majalah, brosur, kop surat, dan dokumen khusus.
  • 190-260 gsm
    Art Carton, Coronado, Concorde, Blues White masuk kelompok ini. Sering digunakan untuk cetak sampul buku, sertifikat, undangan, dan poster.
  • 270-310 gsm
    Antara lain jenis Art Carton dan Coronado. Sering dipakai untuk cetak undangan, kartu nama, atau poster.

H

Hard Cover/Sampul Keras

Jenis penjilidan buku dengan memakai sampul tebal. Beberapa karakteristik hard cover antara lain:

  • Memiliki daya tahan yang lebih kuat ketimbang soft cover karena menggunakan kertas dengan gramatur lebih tinggi.
  • Pelapis punggung hard cover diberi board atau papan sebagai penahan/penguat kertas.
  • Dapat menjilid sampai ratusan halaman kertas.
  • Tampilan tampak lebih kokoh, tahan lama, sekaligus elegan dan eksklusif.

Hot Stamping

Suatu proses pencetakan kering yang bekerja dengan mentransfer pigmen warna atau bahan logam dari lembaran film ke objek yang dihiasi secara terus menerus. Panas dan tekanan mengendalikan pengaplikasian tersebut. Pelepasan warna dari film juga memakai roller atau gambar kering dan dilakukan secara permanen ke objek yang dituju. Proses ini menghasilkan pekerjaan yang bersih, cepat, dan kering sehingga lebih mudah dikerjakan daripada memakai pencetakan dengan tinta basah.

Karakteristik tersebut membuat hot stamping jadi pilihan teknik dekorasi berbiaya efisien yang mudah diatur, bersih saat dioperasikan, serta mampu memproduksi berbagai produk yang memiliki ketahanan dalam waktu lama. Teknik hot stamping umum dijumpai dalam benda sehari-hari, antara lain sampul buku, kartu ucapan, wadah kosmetik, dan kontainer daur ulang.

I

ICC Profile

Sekumpulan data yang menunjukkan ciri input dan output warna suatu perangkat berdasarkan standar yang ditetapkan oleh International Color Consortium. ICC Profile sering juga disebut colorimetric identity card. Set warna ini berfungsi mendefinisikan warna yang dipakai pada perangkat saat membuat suatu gambar. Maka, supaya alat tersebut bisa memberi warna akurat dan mirip sesuai harapan, sebaiknya alat-alat itu mempunyai profil serupa.

ICC profile bermanfaat guna mengkoordinasikan komponen mesin untuk menciptakan warna yang konsisten dan sesuai, seperti nozzle, print head, dan media. Perlu diketahui, tiap mesin cetak hadir dengan properti unik sehingga berpengaruh pada proses pengaplikasian tinta pada media cetak. Beberapa hal yang bisa dilakukan supaya bisa menyetel ICC profile dengan tepat adalah:

  • Sesuaikan ICC profile dengan media yang dipakai untuk mencetak. Umumnya, pengelompokan ICC dibuat berdasarkan jenis media, bukan merek.
  • Perhatikan spesifikasi tiap mesin cetak karena beda merek bisa menghasilkan warna berbeda.

Indikator ICC dikatakan tepat jika mampu membangun warna yang tepat, gambar yang jernih, dan efisiensi waktu pengeringan.

Impraboard

Corrugated plastic sheet alias lembaran plastik berongga atau bergelombang. Material pembuatnya berasal dari polypropylene berkualitas dan diproses lewat teknologi ekstrusi tercanggih dan terbaru. Orang mengenalnya dengan sebutan PP board atau papan plastik. Di pasaran impraboard dijual dengan berbagai jenis ketebalan, mulai dari 2 mm, 5 mm, sampai 10 mm. Panjang dan lebar lembaran bisa disesuaikan menurut kebutuhan pembeli.

Impraboard tampil dengan berbagai warna. Selain warna bening atau transparan, ada pula warna putih, hitam, abu-abu, merah, biru, kuning, hijau, dan warna custom lain. Beberapa kegunaan impraboard dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • Pembuatan maket
  • Kemasan atau packaging
  • Media promosi seperti rak display
  • Kreasi pajangan atau dekorasi
  • Boks partisi

J

Jilid Baut

Disebut juga screw binding karena pemakaian baut dalam proses menyatukan lembaran buku. Kertas dilubangi dari halaman depan tembus hingga ke belakang. Baut akan mengencangkan sekaligus menyatukan halaman buku. Teknik ini tepat dipakai untuk menjilid sampul hardcover maupun buku khusus seperti katalog warna, buku menu, dan album foto.

Jilid Jahit Benang

Tiap halaman dilipat ke dalam beberapa bagian. Kemudian, bagian tepi halaman dijahit ke punggung sampul atau cover. Biasa dipakai untuk penjilidan hard cover atau dikombinasikan dengan perfect binding. Hasil jilid demikian bisa bertahan lebih lama dan tidak gampang rusak.

Jilid Kawat/Staples

Sering juga disebut saddle stitching. Pemakaian kawat dilakukan untuk mengikat kertas di bagian tengah. Cocok dipakai untuk menjilid buku tipis dengan ketebalan di bawah 80 halaman. Jumlah halaman sebaiknya merupakan kelipatan empat karena buku dijilid tepat di bagian tengah. Inilah teknik jilid paling sederhana yang bisa dilakukan sendiri.

Jilid Lakban

Menggunakan tape atau lakban hitam yang ditempelkan pada tepi buku. Umum dipakai untuk menjilid tugas sekolah atau kuliah karena harga jilid yang murah dan mudah dilakukan. Namun, jika lakban yang dipakai kurang lengket, buku yang dijilid dengan binding tape ini bisa mudah lepas.

Jilid Lem Panas/Perfect Binding

Umum dipakai untuk menjilid buku bacaan, seperti novel atau buku teks pelajaran. Terjilid sempurna di bagian tepi membuatnya cocok untuk buku tahunan. Bagian tepi halaman buku ditempel atau direkatkan pada sampul bungkus ke punggung sampul dengan lem. Perekat yang kuat diperlukan agar isi halaman tidak gampang lepas. Cara tersebut membuat buku tidak bisa terbuka rata.

Jilid Loop Stitching

Mirip dengan saddle stitching. Perbedaan terletak pada pemakaian kawat yang melengkung membentuk suatu lubang di bagian luar tepi buku. Kawat ini berfungsi agar buku tersebut bisa dimasukkan lagi ke dalam binder besar. Umum dipakai di perusahaan yang mengandalkan katalog dalam penyimpanan koleksi dokumen tertentu di binder.

Jilid Spiral

Penjilidan dilakukan dengan melubangi bagian tepi halaman buku dan menyatukannya dengan roll plastik atau kawat. Maka, halaman buku harus diberi margin sesuai agar teks atau gambar yang dicetak tidak terpotong lubang jilid spiral.

Umum dipakai untuk menjilid buku dengan ketebalan halaman sedikit dan memakai kertas bergramasi sedang. Hal itu disebabkan adanya keterbatasan ruang lingkup penjilidan dari ring binder atau roll yang dipakai menjilid.

Buku yang dijilid spiral bisa dibuka rata tanpa menekuk sampul. Penambahan lapisan mika atau kertas berwarna pada sampul depan dan belakang membuat tampilan buku lebih menarik. Jilid spiral biasa digunakan untuk menjilid laporan tahunan, buku catatan, dan buku agenda.

Jilid Staples

Dikenal juga dengan sebutan side stitching. Mirip dengan saddle stitching yang sama-sama memakai kawat atau benang. Namun, proses penjilidan dilakukan dengan menjahit atau menstaples bagian sisi depan hingga tembus ke belakang buku.

K

Kalibrasi Warna

Proses pengecekan dan pengaturan akurasi suatu alat ukur yang dilakukan dengan cara membandingkannya dengan standar ukur yang ada. Kalibrasi warna bertujuan memastikan akurasi dan konsistensi hasil pengukuran suatu instrumen dengan instrumen lain.

Ketika hasil pengukuran tidak konsisten, otomatis berpengaruh pada kualitas produk yang dihasilkan. Alat ukur warna seperti chromameter atau spectrophotometer perlu dikalibrasi secara berkala agar alat tetap mampu memproduksi warna dengan prima.  

Kertas Coated

Kertas dengan permukaan mengkilap, halus, dan mempunyai lapisan tambahan yang dikenal sebagai coated. Mencetak di kertas ini mampu menciptakan kualitas warna solid dan resolusi tinggi, plus tinta yang menyerap ke dalam kertas hanya sedikit. Termasuk dalam kelompok kertas coated antara lain glossy paper, art paper, dan matt paper. Kertas ini kerap dipakai untuk pencetakan buku profil perusahaan, buku tahunan, buku bacaan, majalah, dan katalog.

Kertas Uncoated

Kertas ini tidak mempunyai lapisan pelindung licin pada permukaannya. Terlihat seperti kertas polosan dengan permukaan sedikit kasar. Kertas juga menyerap lebih banyak tinta sehingga saat dipakai mencetak hasilnya tidak tajam. Kertas ini biasa dipakai untuk menulis menggunakan pena. Contoh kertas uncoated adalah kertas koran dan HVS.

Kertas Transfer

Termasuk salah satu jenis bahan sablon digital yang dapat dipakai sebagai media cetak, di-cutting, dan di-press. Jenis heat transfer material ini memerlukan panas agar gambar yang dicetak menempel ke media yang ingin disablon. Kertas transfer dikenal sebagai bahan sablon digital paling fleksibel karena bisa diproses di berbagai jenis material, seperti kaos, kanvas, kulit sintetis, dan plastik.

Penggolongan kertas transfer terbagi atas beberapa kelompok, yaitu:

  • Jenis bahan
    • PVC atau vinyl, cocok untuk sablon jersey atau kain tebal
    • Polyurethane, cocok dipakai di kaos katun.
  • Warna media
    • White, hanya bisa transfer ke media berwarna terang atau putih.
    • Dark, bisa dipakai transfer ke media berwarna gelap maupun terang.
  • Tinta atau jenis printer
    • Tinta dye, pakai setrika gambar bisa menempel ke kaos.
    • Tinta pigmen, menghasilkan gambar lebih kuat.
    • Laser atau toner, bisa dicetak dengan printer laser.
    • Sublime, tidak populer karena proses ribet dan harga mahal.
    • Ecosolvent, dikenal fleksibel karena biaya murah tetapi kualitas istimewa.

Klise Deboss

Logam hasil proses cukil dengan dua bagian penting, yaitu menonjol (jantan) dan cekung (betina). Metal die ditempatkan di depan atau di atas media cetak. Ketika di-press akan menimbulkan efek masuk ke dalam.

Klise Emboss/Matras Emboss

Logam hasil proses cukil yang terdiri dari dua bagian, yaitu cekung (betina) dan menonjol (jantan). Klise emboss bekerja dengan menaruh klise di bawah besi (metal die), kemudian ditekan ke atas menuju media cetak sehingga tercipta hasil timbul pada lapisan kertas.

L

Laminasi

Proses pelapisan suatu media dengan bahan tipis di kedua sisi agar media tersebut lebih stabil dan lebih kuat. Penampilan media yang telah dilaminasi menyerupai plastik. Proses pelapisan ini memakai panas, tekanan, dan perekatan dalam pengerjaannya. Ada beberapa jenis laminasi yang bisa diaplikasikan pada berbagai media, antara lain:

  • Glossy
  • Doff
  • Dull
  • Satin

Manfaat laminasi adalah sebagai berikut:

  • Mempertajam warna tinta pada desain yang telah dicetak
  • Hasil cetak lebih tahan air dan tidak mudah luntur
  • Tampilan kertas yang telah dilaminasi lebih menarik sehingga dapat menjadi media promosi atau media branding.

Laminasi Glossy

Pelapisan yang menciptakan permukaan halus, mengkilap, dan tekstur media tidak terlihat jelas. Desain pada kertas yang dilaminasi glossy tampak lebih cerah, tajam, dan tidak mudah basah.

Namun, bekas sidik jari atau kotoran mudah sekali menempel pada media yang dipakai mencetak. Beberapa contoh kertas yang sering menggunakan laminasi glossy, yaitu kertas flyer, kartu nama, stiker, cover buku, dan kertas foto. Ada pula suvenir yang memakai laminasi ini, seperti gantungan kunci dan pin.

Laminasi Doff

Dikenal juga dengan laminasi matte. Desain tidak tampak mengkilap, tidak licin, dan terasa kesat. Tujuan pelapisan hanya untuk melindungi hasil cetak sehingga optimal mencegah kotoran dan bekas sidik jari. Harga laminasi doff lebih tinggi ketimbang glossy dan satin. Dengan daya serap yang tidak begitu tinggi, hasil cetakan tetap bagus dan warna tetap tajam.

Laminasi Panas

Plastik pelindung laminasi yang perlu bantuan mesin laminator untuk pengaplikasian pada media. Tanpa panas, plastik pelindung tidak akan melekat sama sekali. Tekstur laminasi panas glossy atau doff. Harga per cm² lebih murah daripada laminasi dingin, tetapi umum dijual dalam gulungan atau roll. Rata-rata berukuran A3 atau A3+.

Laminasi Dingin

Plastik pelindung laminasi diaplikasikan tanpa memakai mesin laminator. Ada perekat pada plastik tersebut sehingga cukup digunakan seperti pemasangan stiker. Tekstur laminasi dingin beragam, seperti doff, kanvas, dan glossy. Walau bisa dipakai tanpa mesin, hasil akhir tetap akan lebih rapi jika memakai laminator. Dari segi harga, biaya yang dikeluarkan untuk laminasi dingin relatif lebih tinggi. Laminasi dingin umum dijual lembaran ukuran A4.

Laser Cutting

Proses pemotongan material dengan memakai laser sehingga mampu memproduksi potongan berdimensi akurat dan berkualitas tinggi. Cara kerja laser cutting adalah mengarahkan output laser daya tinggi lewat nozzle hingga mengenai materi yang ditargetkan. Metode yang biasa dipakai pada laser cutting, yaitu:

  • Penguapan
  • Dilelehkan dan ditiup
  • Perengkahan/peretakan tegangan termal
  • Stealth dicing
  • Pemotongan nyala api/pemotongan reaktif

Diameter sinar laser yang dilepaskan resonator laser berkisar ¾ inci. Beberapa benda yang bisa dipotong dengan sinar laser antara lain logam, kayu, batu mulia, plastik, stainless steel, dan akrilik.

Ketebalan material perlu dipertimbangkan sebelum memotong karena berpengaruh pada pengaturan laser. Teknologi ini banyak dimanfaatkan pada pekerjaan yang melibatkan unsur dekoratif. Selain memotong, bentuk lekukan atau potongan yang diciptakan juga jadi titik perhatian. Ini membuat laser cutting andal dalam memotong material berpola rumit, seperti dipakai dalam industri material interior/eksterior, perhiasan dari batu mulia, dan kerajinan logam.

Line Per Inch/LPI

Sistem pengukuran resolusi pencetakan yang berbasis layar halftone, khususnya terkait ukuran seberapa dekat atau rapat jarak antarbaris di grid halftone. LPI tinggi berarti gambar memiliki ketajaman dan detail yang lebih tinggi. LPI umum digunakan dalam pencetakan koran dan majalah, tetapi juga dipakai oleh tablet grafis. Kertas koran tidak menampilkan detail lebih banyak karena dot gain relatif tinggi sehingga kertas koran hanya punya 35 LPI.

Sementara, kertas yang biasa dipakai untuk majalah, mengandung lebih sedikit dot gain. Besar resolusinya bisa mencapai 100-120 LPI pada kertas coated glossy yang memiliki resolusi 133-150 LPI. Secara hitung-hitungan kasar, perbandingan gambar di monitor dan hasil cetak mempunyai perbedaan 2:1 atau 1,5:1. Maka, LPI bisa dibilang merepresentasikan karakteristik gambar digital dan berhubungan dengan masukan atau input.

M

Mata Ayam

Disebut juga eyelet, tetapi orang kadang mengenalnya sebagai mata ikan, mata domba, hingga mata itik. Mengacu pada bahan aksesori yang multifungsi, tetapi paling umum dipakai pada pembuatan kalender, spanduk, dan banner.

Mata ayam berbentuk bulat dengan lubang di tengah. Bagian panjang di tengahnya menghadap ke sisi belakang. Pada bagian bawah mata ayam dipasang tepat dengan sisi berlawanan yang berbentuk menyerupai donat gepeng atau cincin. Terdapat dua jenis mata ayam, yakni tidak anti karat dan anti karat. Pemakaiannya berbeda-beda sesuai kebutuhan.

Mata ayam dapat dipasang menggunakan mesin dengan menekan alat agar mata ayam saling menempel dan terbentuk lubang. Beberapa jenis mesin yang biasa dipakai dalam pemasangan mata ayam antara lain:

  • Mesin pelubang dua mata pedal
  • Mesin semi otomatis 10 mm
  • Mesin mata ayam elektrik

N

Nozzle Check

Fitur yang terintegrasi dengan nozzle. Bertujuan untuk mengetahui apakah ada kerusakan atau kondisi lainnya dari sebuah printer. Tiap merek printer mempunyai fitur pemeriksaan nozzle berbeda-beda dan bisa dioperasikan melalui aplikasi bawaan dari driver printer.

Nozzle check perlu dilakukan secara rutin guna mengecek kondisi dan kemampuan printer yang biasa dipakai. Semakin sering printer dipakai, maka nozzle check seharusnya juga semakin sering dilakukan. Hasil nozzle check bisa berpengaruh pada kualitas hasil cetak. Dengan melakukan pemeriksaan nozzle, hasil cetak lebih baik bisa diperoleh. Selain itu, langkah ini juga dilakukan sebagai antisipasi kualitas warna ideal sebuah mesin pencetak.

O

Overlap

Kalibrasi antarpass maupun hasil cetakan tiap pass yang saling bertumpukan. Jadi, sapuan print head melewati sedikit bagian pinggir sapuan print head sebelumnya. Cara ini dipakai untuk mengatasi hasil cetakan digital printing yang terlihat bending akibat kurang optimalnya kondisi print head.

P

Pass

Jumlah semprotan tinta atau sapuan pada satu titik gambar ketika suatu gambar dicetak oleh printer. Dalam dunia percetakan, ada dua jenis pass yang umum dilakukan.

Satu Pass

Satu pass, yaitu proses satu kali sapuan yang dihasilkan printer guna memproduksi sebuah cetakan. Kelebihan satu pass antara lain waktu produksi lebih singkat. Akan tetapi, jika terlalu sering dilakukan, risiko yang harus ditanggung adalah print head lebih gampang rusak. Otomatis, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Selain itu, ada risiko gagal cetak ketika print head mengalami clogging atau tersumbat.

Banyak Pass

Banyak pass mengandung arti printer mencetak lebih dari satu kali sapuan. Printer masa kini punya mode beberapa pass, mulai dari 2, 3, 4, sampai belasan kali. Kelebihan banyak pass tentu saja hasil cetakan tampil lebih tajam dan berkualitas tinggi, baik dari segi warna maupun bentuk gambar. Dari segi mesin, kinerja mesin pencetak cenderung lebih awet dan tahan lama. Tentu biaya pemeliharaan bakal lebih murah.

Namun, proses cetak dengan banyak pass butuh waktu lama untuk satu kali cetak saja. Meskipun begitu, hal ini harus dipandang sebagai langkah bijak agar mesin pencetak dapat bekerja dalam jangka waktu panjang. Jika hasil cetak maksimal dan berkualitas, akan lebih menguntungkan bagi bisnis percetakan ketimbang mengandalkan banyak hasil cetakan tetapi minim kualitas. Minimal lakukan dua kali pass saat mencetak demi memperoleh hasil cetak berkualitas dan menjaga kinerja mesin pencetak.

Pencetak/Printer

Piranti eksternal komputer yang bertugas menayangkan data komputer menjadi bentuk cetakan. Data itu bisa berwujud gambar maupun teks, dicetak pada berbagai media, seperti kertas atau kain. Pencetak juga kerap dimaknai dengan piranti elektromekanik yang mampu mengubah data teks atau gambar (data digital) ke dalam sebuah bentuk fisik.

Penemuan pencetak terjadi sekitar abad ke-19 dengan sistem mekanik. Barulah pada tahun 1968 muncul mesin pencetak elektronik yang ditemukan oleh perusahaan elektronik Jepang. Seiring perkembangan teknologi, printer tidak hanya berfungsi sebagai pencetak data digital semata. Namun, sudah mampu menjalankan tugas sebagai mesin fotokopi atau scanner alias pemindai.

Adapun jenis printer yang umum dipakai adalah:

  • Printer dot-matrix, punya ciri khas lewat kehadiran beberapa jarum dalam sebuah panel yang akan berbenturan dengan sebuah pita. Kontak kedua benda tersebut akan menciptakan titik-titik yang saling terhubung satu sama lain dan membentuk teks pada media kertas yang dipakai.
  • Printer inkjet, mengandalkan teknologi dot on demand. Titik-titik kecil dihasilkan oleh semprotan tinta dari nozzle printer.
  • Printer laser, memakai teknologi laser yang menembakkan sinar ke drum toner untuk memproduksi titik-titik yang berwujud gambar atau teks pada kertas. Printer laser unggul dalam hal kualitas cetakan dan kecepatan mencetak.
  • Printer thermal, mengandalkan sistem pemanas elektronik yang berfungsi membuat tinta pada roll karet menjadi aktif. Biasa dipakai untuk mencetak data dengan cepat, seperti di bank atau kasir supermarket.
  • Printer 3D, memiliki cara kerja mirip printer inkjet. Hanya saja tinta yang dipakai memakai tipe plastic molten wax. Dengan teknologi additive manufacturing, printer 3D mampu memproduksi banyak layer hingga membentuk objek tiga dimensi.
  • Printer multifungsi, mirip seperti printer inkjet, tetapi ada penyematan fitur lain. Beberapa yang paling umum adalah scanner atau pemindai, telepon, dan faks.

Penjilidan

Suatu proses menggabungkan atau menyatukan rangkaian kertas yang telah diurutkan menjadi sebuah bentuk buku. Cara menyatukan kertas dilakukan dengan melapisi punggung buku dengan perekat atau menjahitnya. Fungsi penjilidan adalah menambah nilai citra dari sebuah buku, membuat buku lebih tahan lama secara fisik, dan mempertahankan informasi yang termuat di dalamnya.

Berbagai jenis penjilidan buku umum dilakukan di percetakan. Pemilihan teknik jilid tergantung pada tujuan dan jenis buku yang dikehendaki. Secara umum ada dua kelompok penjilidan buku, yaitu:

Punch and Bind

Ciri khas teknik ini adalah membuat lubang dan menjilid di sisi kiri buku, paling sering memakai koil logam atau plastik kawat.

Termasuk dalam kategori penjilidan ini:

  • Jilid spiral plastik
  • Jilid ritsleting GBC
  • Jilid plastik koil
  • Jilid Turbo koil
  • Jilid putaran kawat kembar
  • Jilid velo

Sort and Bind

Ciri khas teknik ini kerap memakai teknik panas atau bersuhu tinggi untuk menyelesaikan penjilidan sehingga sering disebut thermal binding. Beberapa susunan kertas dimasukkan ke punggung buku, kemudian ke mesin pemanas agar perekatnya memanas. Jadi, kertas dan punggung buku bisa melekat tanpa perlu dilubangi.

Termasuk dalam kategori penjilidan ini:

  • Master bind
  • Uni bind/jilid thermal
  • Fastback/jilid isolasi thermal
  • Probind thermal

Perforasi

Salah satu jenis finishing yang dilakukan dengan alat yang dapat membuat deretan lubang kecil dalam satu garis pada hasil cetakan. Tujuan perforasi guna memudahkan kertas tersebut disobek.

Perforator, atau mesin perforasi, juga dapat bertugas melubangi kertas dan menjadi mesin bor kertas. Dengan memotong kertas setengah putus, hasil potongan yang diperoleh bisa lebih sempurna. Finishing perforasi biasa dijumpai di kertas tiket, nota, voucer, atau kupon.

Pisau Pond

Pisau yang dibentuk secara khusus dengan bentuk bervariasi menurut pola desain yang dibutuhkan. Bentuk pisau pond pun bermacam-macam, seperti segitiga, persegi, oval, atau dibuat dengan potongan mengikuti desain gambarnya.

Pisau pond dikenal juga dengan istilah die cutter. Lazim dipakai dalam dunia percetakan, pisau ini dapat memotong media dengan kekuatan bahan yang rendah. Contoh, kain, kertas, karton, plastik, busa, lembaran logam, karet, dan fiberboard bergelombang.

Material pisau pond adalah baja. Dengan proses pembuatan selektif, ketajaman dan keakuratan pisau pond saat memotong bahan teruji baik. Pisau pond ditancapkan ke papan dengan ketebalan 5 cm lalu dipasang ke mesin pond. Beberapa jenis benda yang dapat dihasilkan lewat pemakaian pisau pond antara lain undangan, kemasan, cendera mata, kulit sepatu, dan label/tag.

Pixel Per Inch

Satuan untuk menyatakan kepadatan piksel atau pixel density. Ini dipakai untuk mengindikasikan seberapa jelas atau tajam layar piranti elektronik. Semakin besar nilai ppi, semakin padat atau rapat piksel dalam sebuah area dengan satuan inci.

Semakin tinggi kerapatan pikselnya, semakin jelas, halus, dan tajam gambar layar tersebut. Ketika ukuran layar berbeda, walau jumlah piksel sama, nilai kepadatan piksel bisa berbeda. Secara teoritis, menghitung ppi bisa dilakukan dengan menggunakan ukuran diagonal layar (satuan inci) dan resolusi layar berupa lebar dan tinggi (satuan piksel).

Plat Offset

Komponen mesin cetak offset yang terbuat dari logam maupun bahan lain dan berfungsi membawa gambar yang hendak dicetak. Pelat memperoleh tinta dari roll form tinta yang membawa lapisan tinta tertentu untuk dipindahkan ke kain karet.

Ada dua bagian pelat cetak, yaitu:

  • Oleophilic, bagian ini menarik tinta tetapi menolak air untuk diaplikasikan pada gambar yang akan dicetak
  • Hidrophilic, bersifat menarik air sekaligus menolak tinta sehingga diaplikasikan pada area non-gambar yang tidak mencetak.

Berdasarkan jenisnya, ada beberapa jenis plat offset.

  • Conventional positive plate dan negative plate
  • Master paper
  • CtM (direct to machine)
  • CTP (computer to plate)
  • Waterless plate.

Print and Cut

Proses pembuatan stiker dengan satu mesin saja. Mesin dapat mencetak desain stiker yang dikehendaki, kemudian langsung memotong bagian sesuai bentuk yang telah dirancang sebelumnya. Beberapa kriteria penting yang perlu diperhatikan pada pembuatan stiker dengan cara print and cut adalah:

  • Bisa memakai warna gradasi maupun solid
  • Tidak perlu memperhatikan batas minimal ketebalan huruf karena proses pengerjaan tidak melibatkan tahap masking
  • Cetakan dihasilkan dari satu layer warna saja
  • Material stiker yang disarankan berbahan dasar putih supaya warna lebih tajam, seperti scotchlite atau vinil.

Dari segi efisiensi dan efektivitas, waktu pengerjaan stiker print and cut lebih efisien sehingga biaya yang dikeluarkan lebih murah.

Print Head

Berada di bagian bawah cartridge yang berfungsi sebagai tempat keluarnya tinta dari sebuah printer. Bagian print head kerap memerlukan perawatan khusus guna mencegah terjadinya penyumbatan yang membuat tinta tidak bisa keluar. Sering disebut juga head cartridge, print head dikoneksikan dengan chips yang terhubung dengan rangkaian dalam piranti printer. Koneksi tersebut membuat print head mampu membaca karakter yang hendak dicetak pada media kertas.

Print head alignment maintenance merujuk pada istilah perawatan print head yang dimiliki setiap printer. Fungsinya untuk kalibrasi dan fine tuning focus untuk menembakkan tinta dari print head menuju kertas. Langkah tersebut wajib dilakukan minimal 1 kali ketika cartridge baru dipasang. Lakukan secara berkala guna memastikan print head tidak kering atau tersumbat.

Sebagai elemen terpenting yang harus dijaga untuk mempertahankan kualitas cetakan sebuah printer, perawatan print head dapat dilakukan dengan cara:

  • Hanya memakai tinta asli atau original merek printer
  • Pakai printer secara berkala, khususnya jika memasang printer inkjet
  • Lakukan head cleaning dengan rutin.

Printer Infus

Printer yang menerapkan metode Continues Ink Supply System atau CISS, yakni penyaluran tinta secara berkelanjutan. Tujuannya untuk memudahkan proses pengisian tinta dengan menyertakan tempat penyimpanan tinta tambahan di bagian luar printer.

Berbentuk tabung tinta, masing-masing tabung terhubung dengan selang yang kemudian menyalurkan warna tinta tersebut ke bagian tertentu pada cartridge printer. Saat ini beberapa merek printer unggulan sudah menyediakan seri printer infus sehingga pengguna tidak perlu melakukan modifikasi tertentu terhadap printer inkjet yang dimiliki.

Hal tersebut membuat pengisian tinta bisa dilakukan dengan mengisi tinta pada tabung tambahan tanpa perlu membuka printer atau mengganti cartridge. Sistem printer infus ini cocok bagi pengguna yang mempunya frekuensi cetak tinggi. Namun, selalu pastikan printer infus terawat baik dan ikuti prosedur cetak yang benar sesuai petunjuk pemakaian. Perhatikan pula kualitas tinta. Pilih yang memang direkomendasikan produsen printer guna memelihara daya tahan cartridge.

Print On Demand/Cetak Sesuai Permintaan

Disingkat POD, merupakan teknologi pencetakan yang memungkinkan salinan buku atau dokumen lain dicetak dalam jumlah kecil. Bahkan, dengan layanan POD, pengguna bisa mencetak satu buah dokumen atau buku saja. POD berkembang sebagai bisnis terbaru industri percetakan berkat kehadiran percetakan digital. Bagaimanapun juga mustahil dan tidak ekonomis jika mencetak satu salinan saja dengan teknologi konvensional seperti cetak offset atau letterpress.

Saat ini metode POD banyak dipakai berbagai kalangan penerbit, baik penerbit kecil maupun penerbit besar dengan berbagai tujuan. Penerbit kecil memakai layanan ini untuk mempermudah pelanggannya mencetak sesuai kebutuhan tanpa merogoh biaya terlalu banyak. Penerbit besar membuka layanan POD dalam situasi khusus, seperti uji pemasaran atau cetak ulang judul lama yang tidak dicetak lagi dalam jumlah banyak. Jadi, buku hanya dicetak jika ada permintaan dari konsumen saja.

Beberapa keuntungan bisnis POD antara lain:

  • Biaya pengerjaan relatif rendah
  • Pengaturan teknis lebih cepat daripada percetakan offset
  • Persediaan buku maupun material cetak tidak perlu dilakukan dalam jumlah besar
  • Sedikit menimbulkan limbah akibat produk yang tidak terjual
  • Memberi alternatif pada konsumen untuk memiliki buku yang mungkin sudah tidak lagi beredar di pasaran.

Print Proof

Cetakan awal suatu desain yang dibuat dengan tujuan mengecek berbagai elemen desain tersebut, seperti typo, posisi dan tata letak gambar, maupun kesesuaian warna. Dengan kata lain, print proof adalah cetak coba dari sebuah desain yang bertujuan mengecek akurasi hasil desain dalam bentuk fisik.

Jenis kertas proof yang biasa dipakai antara lain kertas browlines, kertas diazo, dan kertas blueprint. Sementara, ada beberapa level print proof yang biasa dilakukan.

  • Screen proof, memakai komputer untuk mengecek resolusi gambar, warna, teks apakah sudah sesuai format dan standar cetak
  • Foto beresolusi rendah, dalam bentuk content proof, plotter proof, inkjet proof, atau scatter proof, biasa dicetak dengan printer inkjet, toner, atau laser. Tujuannya untuk mengecek hasil cetak desain dalam aspek komposisi halaman.
  • High resolution proof, yaitu berbentuk sherpa proof atau digital proof. Dihasilkan oleh printer berkalibrasi pantone sehingga akurasi warna bisa mencapai 90% dari hasil cetak akhir yang dikehendaki. Bisa digunakan untuk mengecek seluruh elemen desain, seperti layout, gambar, teks, dan garis.
  • Wet proof, cetak coba paling akurat karena menampilkan hasil akhir cetakan sesuai keinginan. Biasa diproduksi melalui digital printing atau litho printing. Kadang sudah berupa mock-up dari hasil cetak akhir desain tersebut sehingga biaya yang dikeluarkan lebih tinggi.
  • Press pass proofing, cara terakhir untuk mengecek hasil cetakan final untuk memastikan akurasi warna, gambar, dan teks. Biasa digunakan untuk pekerjaan yang berbasis volume (jumlah banyak) dan berskala besar.

Printer Inkjet

Mesin pencetak yang menggunakan tinta sebagai komponen penting dalam mencetak. Dengan teknologi dot on demand, nozzle printer menghasilkan titik-titik kecil yang membentuk teks, garis, gambar, atau elemen desain lainnya. Printer ini paling banyak dijual di pasaran dengan berbagai jenis ukuran. Selain umum dipakai di percetakan, printer inkjet ukuran kecil maupun sedang lazim dipakai untuk kebutuhan personal dan kantor.

Printer inkjet mampu mencetak dokumen dengan hasil cetakan bisa mencapai resolusi 5760 x 1440 ppi. Beberapa keunggulan printer inkjet antara lain:

  • Memproduksi hasil cetakan kualitas tinggi, termasuk foto berkualitas
  • Harga jual murah sehingga terjangkau banyak kalangan
  • Bisa mencetak secara cepat untuk pemakaian skala kecil
  • Bisa mencetak dari berbagai sumber selain komputer, seperti kamera digital atau media card.

Progressive Proof

Sebuah set cetak warna atau color proof yang dicetak offset satu warna. Pencetakan dilakukan pada pelat terpisah, dicetak sesuai urutan pencetakan agar pengguna bisa melihat hasil cetak sebenarnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk pengecekan proof ini adalah ukuran, teks apakah berubah atau tidak, kesesuaian warna dengan metode CMYK. Satu set progressive proof bisa mencakup beberapa kombinasi seperti pelat kuning saja, magenta saja, kombinasi kuning dan magenta, cyan saja, kombinasi kuning, magenta, dan cyan, hitam saja, atau kombinasi keempatnya, maupun gambar full color.

Purging

Proses pembersihan nozzle yang tersumbat dengan membuat tekanan angin pada cartridge sampai tinta keluar lewat print head. Cara ini dipakai ketika tinta mengalami clogging. Setiap mesin pencetak harusnya memiliki tombol purging berwarna untuk mempermudah proses ini.

Purging print head sebaiknya juga dilakukan sebelum mematikan mesin pencetak. Jika mesin langsung dimatikan, nozzle print head bisa jadi belum dalam keadaan bersih dari tinta. Ketika dibiarkan, tinta bisa mengering di permukaan head atau dalam nozzle. Maka, lebih aman untuk purging, kemudian bersihkan permukaan print head, baru di-capping, dan mesin dimatikan.

R

Rakel

Alat yang dipakai menekan tinta sablon agar dapat turun atau menempel pada kaos maupun bahan lainnya melalui pori-pori yang disiapkan pada screen menurut pola desain yang diinginkan.

Dilihat dari bentuknya, ada dua komponen dalam sebuah rakel, yaitu karet rakel dan pegangan berbahan aluminium atau kayu. Ketika dipakai untuk sablon manual, ujung rakel bisa dibuat berbeda bentuk, antara lain:

  • Lancip, dengan dua sisi miring simetris, rakel lancip dipakai untuk menekan tinta pada bahan tekstil sehingga menciptakan detail gambar yang jelas.
  • Lancip dengan ujung datar, mampu mengalirkan tinta lebih banyak ke media sablon, sering dipakai menyablon kain parasut atau keramik.
  • Kotak, kedua sudut lancip membentuk sudut 90 derajat, umum dipakai menyablon ke media kertas bertekstur kasar, tekstil, dan bahan lain seperti plastik.
  • Bulat, mampu menghasilkan sapuan tinta tebal dan dalam jumlah banyak, biasa dipakai menyablon tinta berwarna kontras dan menyala.
  • Miring, umum dipakai di mesin sablon dengan hasil sablonan menyerupai sablonan dengan rakel lancip.
  • Tumpul, mampu menyapukan tinta cukup banyak sehingga ideal dipakai menyablon handuk, selimut, dan kaos.

Resin

Berupa getah yang diproduksi berbagai jenis tumbuhan, khususnya kelompok pohon runjung (konifer). Getah tersebut akan membeku dalam waktu tertentu sehingga berubah wujud menjadi massa keras dan cenderung transparan. Resin sering digunakan sebagai bahan perekat, pernis, campuran dupa dan parfum, sumber bahan mentah bahan organik olahan, dan pelapis makanan.

Sementara, resin sintetis atau buatan merujuk pada senyawa kimia polimer yang bersifat transparan, tidak bisa larut dalam air, agak kental, mudah terbakar, dan bisa mengeras dalam jangka waktu tertentu.

Hasil rekayasa kimiawi tersebut membuat industri mampu memproduksi berbagai jenis resin menurut mekanisme pengeringan atau pengerasnya. Beberapa jenis resin antara lain alkyd, polyester, akrilik, epoxy, silikon, vinyl, dan melamin. Pemakaian resin umum dipakai dalam berbagai industri, mulai dari pembuatan kursi dan meja, badan kapal, bahan dasar cat dan tinta, bahan pembuatan mal atau cetakan model, sampai kerajinan tangan seperti hiasan dan gantungan kunci.

Roll Slitting

Mesin yang memotong gulungan besar material menjadi gulungan yang lebih kecil. Ada dua jenis pemotongan yang dilakukan, yaitu:

  • Log slitting, gulungan material diperlakukan sebagai satu log utuh. Kemudian satu atau lebih irisan diambil dari log tersebut tanpa perlu membuka gulungan material itu.
  • Rewind slitting, material tidak digulung melalui mesin, tetapi melewati laser atau pisau, baru digulung ulang mengikuti salah satu porosnya guna memperoleh gulungan yang lebih sempit.

Proses pemotongan material gulungan ini bisa berbeda-beda menurut jenis bahan yang akan dipotong, apakah tergolong material lembut (plastik film, kertas, kain, tape adhesif) atau keras (lembaran logam).

Roll to Roll

Metode fabrikasi yang digunakan dalam manufaktur untuk melapisi, mencetak, menyematkan, maupun melaminasi beragam aplikasi ke media lain dengan gerakan menggulung terus menerus hingga media tersebut menjadi gulungan baru.

Roll to roll dalam metode printing mengacu pada proses mencetak langsung ke gulungan material, bisa berupa kertas, kain, film, atau bahan lainnya. Mesin cetak roll to roll biasanya memakai tinta khusus agar bisa membuat tinta menempel langsung pada media cetak.

Keuntungan mencetak roll to roll adalah area kerja yang cukup luas sehingga cocok dipakai untuk desain berukuran besar. Dalam percetakan, mesin printing roll to roll bisa menangani berbagai jenis material media. Mulai dari kertas foto, flexi china, albatros, canvas, backlite film duratrans, glossy paper, sticker one way vision, hingga luster.

S

Screen Sablon

Kain yang bertugas menyaring tinta sablon yang akan disablon di atas material seperti kain, plastik, atau kertas. Semakin besar pori-pori kain, semakin banyak tinta yang keluar dan menempel pada material cetak. Dengan kata lain, jumlah tinta yang keluar dipengaruhi oleh kerapatan pori-pori kain screen sablon.

Ada dua komponen screen sablon, yaitu kain dan bingkai yang terbuat dari kayu atau aluminium. Kain screen dari nilon termasuk paling banyak dipakai karena memiliki ketahanan cukup tinggi dan daya lentur yang baik. Contohnya, jenis nybolt, nytal, dan monyl.

Sementara, berdasarkan jenisnya, screen sablon dibagi menurut tingkat kerapatan anyaman benang screen atau kerapatan kain.

  • Screen kasar dengan 48 T – 90 T. Lubang pori-pori cukup besar sehingga mampu mengeluarkan tinta tebal dan jumlah cukup banyak. Biasa dipakai untuk mencetak sablon pada karung, selimut, handuk, kaos, spanduk, dan kaca.
  • Screen sedang dengan 120 T – 150 T, lubang pori-pori agak rapat. Baik dipakai jika hendak menyablon bahan yang tidak begitu menyerap tinta, seperti stiker, kulit imitasi halus, karton, mika, dan kertas.
  • Screen halus dengan 165 T – 200 T. Kecilnya lubang pori-pori membuat screen sablon ini hanya bisa menyalurkan sedikit tinta. Cocok dipakai menyablon pada material berdaya serap rendah, seperti kaca, logam, plastik, kertas, dan media lain bertekstur halus.

Scoring

Bagian dari proses pelipatan kertas yang bertujuan mengurangi kekakuan kertas. Caranya dengan memberi tekanan sesuai alur creasing sehingga proses melipat kertas bisa dilakukan lebih mudah. Scoring dapat dibuat dengan mesin lipat atau alat khusus scoring seperti pisau tumpul yang menciptakan tekanan pada satu sisi permukaan kertas.

Scoring umumnya memotong setengah bagian kertas sehingga lazim disebut dengan istilah top cutting. Metode ini biasa dipakai pada hasil cetakan dengan kertas tebal seperti kotak kemasan. Metode ini juga kerap dipakai ketika hendak melipat bahan yang bersifat melawan serat sehingga tampak lipatan tajam dan lurus.

Separasi Sablon

Teknik cetak yang memisahkan warna-warna yang berproses alias CMYK, yaitu Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Perpaduan empat warna itu bisa menghasilkan berbagai macam warna yang menyusun suatu gambar secara utuh atau full color. Keempat pisahan warna tersebut nantinya dijadikan film sablon.

Film menjadi hal utama yang menentukan apakah hasil sablon akan mampu mereproduksi warna gambar sesuai keinginan atau tidak. Saat ini, teknik pembuatan film separasi sablon sudah bisa diolah dengan aplikasi gambar digital seperti Coreldraw atau Photoshop.

Setelah desain jadi, gambar tersebut harus melalui proses raster atau pemisahan layer CMYK supaya bisa menghasilkan pemisahan warna gambar. Proses ini kemudian berlanjut pada afdruk film. Usahakan setting register tepat dan presisi agar hasil sablon bagus. Teknik separasi sablon membantu proses produksi kaos berdesain rumit atau banyak warna. Meski ongkos separasi sablon lebih mahal daripada desain vector yang minim warna, hasil yang diperoleh bisa lebih memuaskan.

Silinder Air/Water Cylinder

Tempat berbentuk tabung yang berfungsi memberikan air guna mengisi area kosong atau area non-gambar, yaitu area pada media yang tidak akan terkena tinta cetak pada saat proses pencetakan dengan mesin offset berlangsung.

Silinder Blanket/Blanket Cylinder

Roll berbentuk silinder yang bertugas menjadi tempat peralihan tinta dari plat cetak ke media yang akan diberi/ditempeli tinta cetak dalam mesin cetak offset.

Silinder Impression/Impression Cylinder

Roll berwujud silinder yang bertugas sebagai tempat menaruh bahan media yang akan dicetak dengan mesin cetak offset.

Silinder Plat/Plat Cylinder

Roll berbentuk silinder yang berperan sebagai rumah atau tempat menaruh plat cetak pada mesin cetak offset.

Skin Tone

Warna kulit yang dipengaruhi kandungan melanin atau pigmen dalam tubuh setiap individu. Orang berwarna kulit serupa belum tentu mempunyai skin tone sama. Secara umum, ada tiga jenis skin tone, yaitu cool, neutral, dan warm.

Dalam dunia percetakan, isu skin tone muncul ketika terjadi perbedaan warna kulit antara gambar atau foto pada layar monitor dan hasil cetak. Untuk mengatasinya perlu dilakukan kalibrasi agar warna monitor sama dengan warna printer. Ketika gambar tampak baik-baik saja di layar tetapi hasil cetak berbeda, artinya kalibrasi warna layar monitor dan printer harus dilakukan bersama. Jika warna gambar dan hasil cetak sama-sama buruk, maka perlu perbaiki white balance sekaligus kalibrasi warna keduanya.

Soft Cover

Teknik penjilidan atau penyatuan beberapa halaman/lembaran kertas menjadi sebuah buku dengan memakai sampul yang tidak tebal. Dalam industri cetak, soft cover kerap disebut sebagai paperback.

Bagian sampul buku soft cover mudah dilengkungkan. Punggung buku tidak diberi board sebagaimana hard cover, tetapi cukup dilem saja sebagai pelapis. Untuk mengganti halaman yang rusak, jilid soft cover lebih fleksibel. Dari segi biaya, jilid ini lebih murah sehingga umum dipakai untuk menjilid buku seperti novel, buku teks, atau buku catatan.

Spot Color

Salah satu bagian desain raster yang menitikberatkan pada ketepatan warna saat pengerjaan suatu gambar. Spot color sering disebut juga cabut warna guna memproduksi gambar rumit dengan warna banyak. Prinsipnya, spot color merujuk pada teknik pencetakan warna dengan tinta warna itu sendiri. Jadi, spot color merupakan warna yang demikian adanya, bukan percampuran warna cyan, magenta, yellow, atau black.

Umum digunakan sebagai salah satu teknik sablon, spot color melakukan pemisahan warna pada desain. Jika desain yang dibuat mengandung warna merah, maka harus dibuat film yang memisahkan warna merah. Demikian jika ada warna lainnya. Pendek kata, semakin banyak detail dan perpindahan intensitas gradasi yang diinginkan dari sebuah gambar, semakin banyak film dengan cabut warna yang harus dibuat.

Itulah mengapa teknik ini tergolong rumit karena beberapa alasan:

  • Butuh warna dan jumlah screen yang banyak
  • Stok warna tinta juga perlu diperbanyak jenisnya
  • Setting gambar dan pecah warna memakan waktu lama
  • Pemilihan dan pembuatan warna tinta lebih sulit karena dibutuhkan warna yang presisi.

Namun, keuntungan spot color juga sebanding dengan hasilnya, yaitu:

  • Tidak perlu melakukan teknik penyesuaian angle ketika setting desain gambar
  • Warna lebih presisi ketimbang memakai separasi warna CMYK
  • Hasil sablon berkualitas tinggi.

Spot UV

Salah satu jenis laminasi yang punya ciri khas mengkilap. Sekilas mirip dengan glossy, tetapi spot UV hanya melapisi sebagian dari hasil cetakan, bukan seluruh permukaan kertas cetakan. Spot UV menjadi cara tepat untuk menciptakan efek visual dari hasil cetakan lewat penambahan kontras pada bagian kertas yang dicetak.

Dalam pengerjaannya, spot UV melibatkan teknologi tingkat tinggi yang memakai sinar UV untuk mengeringkan varnish yang sebelumnya disemprot pada kertas. Efek ini tidak menembus ke sisi kertas sebaliknya sehingga bisa diaplikasikan pada kedua sisi.

Kombinasi laminasi spot UV dan matt mampu membangun kesan mencolok pada kertas yang dicetak. Keduanya menghasilkan kontras menarik antara permukaan halus yang menyerap cahaya laminasi dan lapisan mengkilap pada elemen desain tertentu. Desain yang diusung pun memiliki nilai tambah. Teknik laminasi ini banyak dipakai untuk mencetak kartu nama, brosur, kemasan, undangan, buku menu, sertifikat, dan album foto.

T

Tinta Bubuk/Toner

Lazim dikenal sebagai toner cartridge. Sejenis serbuk halus yang umum dipakai pada printer laser atau mesin fotokopi untuk mencetak gambar maupun teks. Dahulu serbuk warna yang dipakai masih memakai karbon biasa. Namun, perkembangan teknologi terkini mampu menciptakan toner yang terbuat dari campuran karbon dan polimer. Campuran tersebut membuat partikel-partikel pada tinta bubuk meleleh akibat panas pada fuser atau pelebur sehingga bisa menempel atau melekat pada media cetak seperti kertas.

Trimming/Pengeprisan

Merujuk pada pemotongan atau pengeprisan bagian hasil cetak yang tidak dikehendaki. Kerap disebut berbarengan sebagai cutting dan trimming, keduanya merupakan bagian dari proses finishing hasil cetak. Tujuan finishing dilakukan sebagai pemberi nilai tambah pada hasil cetak.

Sebagai contoh, trimming dalam penjilidan buku dilakukan supaya menghasilkan tepi buku yang sejajar dan rapi. Trimming juga bisa dilakukan saat memotong kertas sesuai ukuran yang dibutuhkan. Proses trimming pada hasil cetak akan mudah dilakukan jika hasil cetak memuat cropmark, yaitu garis potong dari lembaran kertas yang mewakili ukuran akhir hasil cetak tersebut.

V

Varnish

Coating atau proses pelapisan permukaan kertas dengan menuangkan cairan melalui tempat keluarnya tinta secara langsung dalam mesin cetak (inline) atau online. Varnish bisa memberikan beberapa efek, seperti doff dan glossy. Namun, pelapisan dengan varnish cenderung membuat kertas berubah warna menjadi kuning. Hasil pelapisan dengan varnish adalah lapisan yang mengilat pada area yang dilapisi saja. Coating dengan varnish umumnya bereaksi pada suhu panas.

Vector

Kumpulan beberapa titik dan garis (poligon) yang membentuk sebuah gambar. Masing-masing path atau alur vector dapat ditambah atribut hingga mencapai bentuk yang diharapkan. Penambahan dan penghapusan atribut seperti warna isi/fill, kurva, ketebalan dan warna garis, maupun nodes juga mungkin dilakukan tanpa mempengaruhi objek yang bersangkutan.

Prinsip vector dibuat berdasarkan perhitungan matematika untuk menentukan dan menampilkan elemen-elemen suatu desain. Beberapa parameter penyusun objek dalam vector antara lain posisi koordinat, outline, dan warna isi. Maka, mengedit gambar vector sama dengan mengedit parameter yang dimiliki objek tersebut.

Kelebihan vector adalah:

  • Ukuran gambar bisa diubah tanpa mengubah/menurunkan kualitas grafis gambar itu sendiri
  • Proses pembuatan dan pengeditan gambar relatif mudah
  • Hasil desain vector bisa dicetak dengan mudah oleh printer biasa lewat mode kualitas terbaik
  • Ukuran file vector relatif kecil jika dibandingkan bitmap.

Sifat vector yang selalu tampil dengan goresan dan detail tajam disebut resolusi independen atau resolusi bebas. Maka, vector cocok untuk menggambar desain yang sederhana dan mengusung bentuk geometris. Penekanan desainnya fokus pada soliditas warna, bentuk, dan fleksibilitas ukuran. Contoh desain yang mengandalkan vector antara lain letterhead, logo, dan kartun. Adapun contoh aplikasi untuk mendesain vector misalnya Adobe Ilustrator, CorelDraw, Freehand, dan Inkscape.

W

Warna Pantone

Sering disebut Pantone Matching System, sistem pewarnaan ini membuka kemungkinan terhadap alternatif dan reproduksi warna akurat dan konsisten. Dengan sistem warna yang presisi, perbedaan warna di berbagai perangkat dan percetakan bisa dihilangkan. Alasannya, PMS mempunyai sekitar 1.000 warna dengan nama dan kode angka masing-masing. Ini tentu menguntungkan berbagai pihak yang terlibat dalam proses desain dan cetak karena warna yang dibuat dan dihasilkan pasti sama jika memakai PMS.

Pantone juga sering disebut spot color, yakni proses pencetakan desain dengan memakai warna yang dicetak dalam film khusus warna Pantone. Namun, warna Pantone umum dipakai untuk mencetak desain dengan 1-3 warna. Jika warnanya melebihi jumlah itu, disarankan memakai CMYK. Jenis warna Pantone yang sering digunakan antara lain:

  • Pantone for Graphics and Multimedia
  • Pantone Specialty Solid Colors
  • CMYK/Four-Color Process
  • Process Simulations of Solid Pantone Colors
  • Pantone Fashion, Home + Interiors
  • Pantone Plastics

Waktu Pengeringan/Drying Time

Durasi yang dibutuhkan film berisi tinta untuk mengeras dari bentuk cair dan menempel pada media cetak. Tujuan proses pengeringan adalah agar hasil cetak bebas dari noda dan melekat sempurna pada media yang digunakan.

Cepat atau lambatnya pengeringan berdampak pada kualitas cetakan. Jika tinta baru kering dalam waktu lama, bisa memunculkan set off dan berpengaruh pada kualitas hasil cetak.

Metode pengeringan bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Penguapan/evaporasi, metode pengeringan yang memakai wadah tinta berisi pelarut bertitik didih rendah. Pelarut tersebut dibiarkan menguap (pada suhu kamar atau panas rendah) dari film hingga menempel pada media yang dicetak.
  • Pengendapan/presipitasi, teknik pengeringan dengan memakai tinta yang kelembapannya diatur sedemikian rupa.
  • Oksidasi, proses ketika sejumlah tinta mengering dengan memanfaatkan penyerapan oksigen yang bereaksi dengan kandungan zat dalam wadah tinta sehingga tinta cair mengeras dan menempel.