Punya Bisnis Konfeksi? Pelajari Dulu 5 Jenis Bahan Kaos Ini!

Bisnis konfeksi merupakan industri berskala rumah tangga yang membuat pakaian jadi seperti kaos, celana, kemeja, dan sebagainya. Pada sebuah konfeksi, jumlah mesin jahit maksimal sebanyak 20 buah. Hasil konfeksi biasanya dijual di pasar lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumen lokal. Namun, konfeksi juga dapat menjalankan proyek berskala besar dengan bekerja sama dengan garmen.

Jenis Bahan Kaos

Kaos adalah salah satu hasil konfeksi yang banyak diminati. Ada yang membuat kaos untuk kebutuhan pribadi, ada pula untuk acara komunitas tertentu. Menariknya, bahan untuk membuat kaos bermacam-macam. Nah, bagi Anda yang ingin membangun bisnis konfeksi, ketahui terlebih dahulu jenis-jenis kain untuk bahan kaos berikut ini.

1. Kain Katun (Cotton)

Kain Katun (Cotton)

Jenis kain yang umum digunakan sebagai bahan kaos adalah kain katun. Kain ini dibuat dari bahan dasar kapas, yaitu serabut halus yang menyelubungi biji pada tanaman kapas. Kain katun ternyata tidak hanya satu jenis. Ada beragam jenis kain katun yang biasa menjadi bahan kaos.  Salah satunya adalah katun combed. Jenis katun ini merupakan bahan paling favorit untuk kaos karena terasa lembut di kulit dan nyaman digunakan. Proses membuat katun combed memang cukup lama dan panjang. Sebelum diolah di mesin pemintal, serat kain harus melalui proses khusus, yaitu combing.

Sebelum combing, proses awal yang dilalui saat membuat kain katun adalah carding. Ini adalah tahap penyisihan di antara benang halus dengan benang kasar. Setelah carding, dilakukan combing yaitu memisahkan dari bagian bulu sisa. Hasilnya disebut sebagai kain katun combed. Kain katun combed sangat cocok dikenakan di kawasan yang beriklim tropis. Pasalnya, kain ini dapat menyerap keringat dengan optimal. Bahannya yang halus menciptakan rasa adem dan nyaman bahkan pada cuaca panas.

Menariknya, jenis kain katun combed masih dibedakan dengan angka atau penomoran di belakangnya. Sebagai contoh, ada katun combed 20, 24, 30, dan 40. Angka ini ternyata merupakan tanda kerapatan benang saat melewati proses perajutan. Kerapatan benang membuat tekstur kain berbeda satu sama lain. Semakin kecil angkanya, benang semakin rapat sehingga kain semakin tebal. 

Perbedaan kain katun combed juga didasarkan pada rajutan yang digunakan. Hal ini ditentukan oleh jumlah jarum yang digunakan saat proses perajutan dilakukan. Ada 2 jenis kain katun berdasarkan rajutannya, yaitu single knit dan double knit. Single knit menggunakan jarum tunggal, sedangkan double knit menggunakan jarum ganda. Simbol keduanya adalah huruf “s” dan “d”  di belakang angka kain.

2. Kain Linen

Kain Linen

Jenis kain lainnya yang dapat digunakan untuk membuat kaos adalah kain linen. Kain ini hampir sama dengan katun, yaitu berasal dari serat. Hanya saja, linen dibuat dari serat tanaman rami, bukan kapas. Perbedaannya dengan katun adalah kecepatannya mengering setelah basah. Katun biasanya lembab dalam periode waktu tertentu, sementara linen langsung kering.

Untuk membuat kain linen yang berkualitas, waktu yang dibutuhkan lebih banyak daripada membuat katun. Namun, karena kain ini sangat digemari, produksi linen terus dilakukan. Kain linen cocok dipakai pada musim panas atau di daerah beriklim tropis. 

3. Polyester

Polyester

Selain katun dan linen, jenis kain yang juga sering digunakan sebagai bahan kaos adalah polyester. Kain polyester merupakan serat sintetis sehingga harganya tidak berkaitan dengan fluktuasi harga kapas di pasar. Serat polyester cenderung kuat dan tidak mudah aus. Kain ini juga biasanya tidak mudah menyusut atau mengerut. Warnanya lebih tahan lama meskipun dicuci berulang kali. 

Kain polyester tidak terlalu menyerap keringat seperti katun. Namun, saat menghadapi cuaca dingin, pakaian yang terbuat dari polyester dapat membantu tubuh tetap hangat. Karena daya serapnya yang rendah, kain ini pun sangat cepat kering. Jadi, memiliki pakaian yang terbuat dari polyester akan membuat Anda lebih hemat waktu saat pengeringan sekaligus hemat energi.

Pada umumnya, polyester sering digunakan untuk membuat pakaian atlet. Pasalnya, kain ini kuat dan ringat. Begitu pula untuk berbagai pakaian olahraga, polyester kerap menjadi pilihan. Nah, kaos yang berbahan polyester tersebut cocok dibuat sebagai bentuk kaos.

4. Kain Babyterry

Kain Babyterry

Anda juga bisa membuat pakaian berbentuk kaos dengan menggunakan bahan kain Babyterry. Kain ini terbuat dari serat kapas dan umum digunakan saat membuat pakaian hangat. Nama Babyterry diberikan karena dahulu kain ini sering digunakan untuk membuat pakaian bayi dan anak-anak. Pasalnya, anak-anak seharusnya mengenakan pakaian yang halus dan tidak mengganggu kulit sensitif mereka.

Tekstur kain Babyterry memang sangat halus dan lembut. Namun, bukan hanya untuk anak-anak, jenis kain ini juga kerap digunakan untuk pakaian dewasa. Salah satu di antaranya adalah untuk membuat kaos.

Ciri-ciri kain Babyterry cukup mudah dibedakan dengan jenis kain lain. Selain teksturnya, kain ini juga tidak berbulu halus sehingga hangat saat digunakan. Meskipun tampak tebal, Babyterry tetap terasa ringan. Jenis kain ini juga memiliki daya serap yang tinggi.

5. Bahan CVC (Chief Value Cotton)

Jenis kain lainnya yang dapat pula digunakan untuk membuat kaos adalah bahan CVC. Ini adalah jenis kain yang merupakan campuran antara katun dan polyester dengan perbandingan 50:50. Pakaian yang terbuat dari bahan CVC biasanya sangat lembut dan nyaman digunakan. CVC juga memiliki warna yang klasik dan menarik. Kain CVC kerap digunakan sebagai bahan kaos karena bahannya enak dipakai.

Kain CVC dapat dibedakan atas beberapa kategori berdasarkan teksturnya. Ada yang disebut CVC Astro, yaitu kain rajutan single knit dengan motif garis di permukaannya. Ada pula jenis CVC Siro Chameleon, yaitu bahan kain CVC yang memiliki warna dasar dan warna hitam. 

Selain beberapa jenis kain tersebut, ada sejumlah jenis kain lain yang bisa juga dijahit menjadi pakaian berupa kaos. Bahan kaos ini memiliki keunggulan yang berbeda-beda sehingga Anda harus dapat menentukan pilihan yang tepat.

Tips Memilih Bahan Kaos yang Tepat

Karena banyaknya jenis bahan kaos untuk kain, Anda perlu mempertimbangkan salah satu yang paling sesuai dengan kebutuhan. Ada setidaknya beberapa elemen mendasar yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah harga. Tiap jenis bahan kaos memiliki harga yang berbeda karena bahan dan proses pembuatannya memang berbeda harganya.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah kenyamanan saat menggunakan kaos. Jangan sampai karena ingin lebih murah justru mengorbankan kenyamanan saat mengenakan kaos tersebut. Sesuaikan pilihan Anda dengan musim yang sedang dihadapi atau iklim pada umumnya di daerah tempat tinggal. Jika cenderung panas, Anda sebaiknya mengenakan kaos dengan tekstur yang adem.

Ada pula jenis kaos yang tidak tahan lama dan cepat melebar. Hal ini disebabkan oleh bahan pembuatnya memang kurang kuat. Nah, jika ingin agar pakaian tersebut berumur panjang, pastikan Anda memilih jenis bahan kaos yang kuat.

Nah, inilah seluk-beluk yang perlu Anda perhatikan seputar jenis-jenis bahan kaos sebelum memulai bisnis konfeksi. Semoga informasi ini berguna bagi Anda yang sedang mencari informasi percetakan.

Exit mobile version