Makin Instagramable Banget! Ini 11 Tips Foto Produk Makanan

Penggunaan media sosial yang semakin masif membuat food photography kian populer di tengah masyarakat. Fenomena tersebut juga telah mendorong banyak brand untuk berlomba-lomba menampilkan foto produk makanan yang lebih instagramable atau terlihat cantik saat dibagikan di feed media sosial. 

Pun, spesialisasi dalam bidang fotografi ini lebih sering diaplikasikan dalam memenuhi kebutuhan komersial untuk iklan, majalah, buku masak, dan lain sebagainya. Sementara itu, pada tingkat yang lebih profesional, food photography merupakan sebuah bentuk kolaborasi tim yang melibatkan food photographer, prop stylist, food stylist, art director, dan asisten/runner

Nah, bagi Anda yang masih pemula di bidang food photography dan ingin membagikan foto-foto makanan yang lebih eye-catching di media sosial, cobalah sebelas tips dasar ini.  

1. Tampilkan Porsi Makanan yang Sedikit

Dalam food photography, semakin sedikit porsi makanan yang ditampilkan, semakin bagus hasil foto yang akan Anda dapat. Karena dengan menampilkan porsi yang lebih sedikit, Anda dapat membangun fokus yang lebih baik pada produk makanan itu sendiri. Pun, detail makanan akan tampak lebih jelas jika Anda menyajikannya dalam porsi lebih kecil. 

2. Tampilkan Makanan Selagi Masih Panas

Fotografi makanan memang sangat tricky. Pasalnya, sesi pemotretan dalam bidang fotografi ini memiliki batas waktu yang lumayan singkat. Hal ini karena makanan perlu disajikan dalam keadaan masih segar atau panas saat dipotret. Jika tidak, hasil foto tidak akan terlihat dramatis dan menggiurkan. Sebagai contoh, produk makanan seperti sup atau mi instan biasanya memiliki tampilan foto menggoda selera, yang hadir dengan uap hangat yang masih mengepul.

Untuk bisa mendapatkan momen tersebut, maka siapkan segala sesuatunya, termasuk pengaturan kamera, props, dan elemen lainnya, sebelum sup atau mi instan itu matang. Jadi segera setelah makanan matang, Anda bisa langsung mengambil gambarnya. Sebagai tips tambahan, gunakan reflector untuk memberi efek penerangan yang lebih baik pada subjek foto Anda.   

3. Gunakan Cahaya Alami/Matahari

Bila perangkat memotret Anda belum memadai, memakai kamera smartphone juga sudah cukup untuk menampilkan karya food photography yang menawan. Caranya, manfaatkan cahaya alami atau sinar matahari. Karena itu, sebaiknya lakukan pemotretan produk makanan di pagi atau sore hari. Dengan begitu, hasil fotonya akan lebih cantik. 

Selain itu, sebisa mungkin hindari penggunaan cahaya flash pada smartphone karena hasil foto Anda akan terlihat terlalu terang dan jadi susah diedit nantinya. Pun jika Anda menggunakan kamera mirrorless atau DSLR ketika mengambil gambar makanan, sebaiknya pakai diffuser untuk menyebarkan cahaya yang lebih lembut. 

4. Atur Ketajaman Warna Makanan

Untuk menghasilkan foto produk makanan yang instagramable, kita juga perlu memperhatikan ketajaman warna makanan. Jika Anda menggunakan gawai pintar, sebaiknya manfaatkan garis bantu atau grid untuk menentukan komposisi warna yang tepat. Anda juga bisa menggunakan aplikasi edit foto yang banyak tersedia untuk Android atau iOS sehingga proses pengambilan gambar akan jadi lebih praktis. Untuk meningkatkan ketajaman warna subjek foto, Anda juga bisa menaikkan level kontras sehingga hasil potret tampak lebih bernyawa. 

5. Gunakan Tripod Kamera

Ini adalah salah satu alat yang wajib ada dalam food photography. Tripod akan membantu Anda untuk memastikan kamera ataupun smartphone tetap dalam keadaan stabil atau tidak goyang saat dipakai memotret. Terlebih lagi, ponsel pintar memiliki kamera yang tidak bisa membidik subjek dengan cepat. Maka, ketika tangan Anda bergoyang sedikit saja saat memotret dengan smartphone, hasilnya bisa jadi akan buram. 

Pun, keberadaan tripod bakal sangat membantu, terutama bagi Anda yang mengerjakan proyek fotografi makanan sendirian atau hanya melakukannya berdua saja. Jadi, setelah mengatur setting kamera, Anda bisa membantu menata makanan dan kemudian balik memotret lagi. 

6. Gunakan Posisi Angle Terbaik

Lebih bagus landscape atau portrait, ya? Sebagai pemula, pertanyaan itu mungkin kerap terbersit di benak Anda. Solusinya adalah dengan mengambil gambar dari banyak sudut. Anda bisa mencoba angle landscape, lalu memotret dalam mode portrait. Intinya, eksplorasi terus untuk mendapatkan angle terbaik untuk hasil foto makanan Anda. 

Untuk cara praktisnya, Anda juga bisa meletakkan makanan di tengah frame. Proses cropping akan jadi lebih mudah memang jika mengaplikasikan cara tersebut. Namun, bila Anda ingin hasil yang lebih menarik, coba saja berbagai angle. Misalkan saja, ambil gambar dari sudut agak miring, dari atas, dan lain sebagainya. 

7. Tampilkan Kesederhanaan Makanan

Karena subjek utama dari food photography adalah makanan, fokuslah pada detail makanan. Anda tentu boleh menggunakan alat peraga seperti sendok, garpu, dan peralatan lain yang dapat mendukung konsep fotografi makanan tersebut. Namun tetap ingat, jangan lakukan itu secara berlebihan. Pilihlah motif alat masak yang sederhana sehingga detail makanan tetap jadi fokus utama dalam bingkai foto Anda. Sebab jika tidak, audiens tentunya akan merasa bingung tentang fokus utama dalam foto makanan Anda. 

8. Perlihatkan Bahan Dasar Makanan

Agar hasil foto makanan Anda terlihat lebih cantik, tambahkan ornamen untuk mendukung konsep tersebut. Dalam hal ini, menata bahan dasar makanan adalah salah satu cara terbaik untuk membuat hasil jepretan terlihat lebih menarik. Contohnya saja, ketika Anda memotret yogurt stroberi, tatalah buah stroberi segar di sekeliling wadah yogurt tersebut. Ini pasti akan membuat hasilnya jadi lebih hidup daripada Anda menggunakan ornamen lain yang bukan bahan dasar dari subjek foto. 

9. Berikan Space yang Cukup

Ketika mengambil gambar, berikan juga ruang kosong antara sisi atas, bawah, kanan, dan kiri subjek foto Anda. Ini penting untuk meningkatkan fokus audiens terhadap produk makanan yang ingin Anda tampilkan pada foto tersebut. Selain itu, pemberian ruang juga penting untuk memudahkan proses editing, jika nantinya Anda memang akan menambahkan tulisan atau quotes pada gambar tersebut. 

10. Foto Sambil Beraksi

Untuk menciptakan hasil foto yang lebih natural dan juga membangun keterikatan dengan audiens, ambil gambar saat penyaji melakukan aksi-aksi tertentu. Misalnya saja, Anda bisa memotret momen ketika si penyaji sedang menaburkan garam ke atas makanan atau saat dia memarut keju sebagai topping kue. Hal itu tentunya akan memberikan kesan yang lebih dramatis pada hasil foto Anda. 

11. Pakai Teknik Kanan-Kiri-Belakang 

Biasa disingkat KKB, teknik ini sangat populer di dunia fotografi makanan. Selain memudahkan dalam pengambilan gambar yang lebih dramatis, ini juga cocok untuk pemula di bidang fotografi makanan. Jadi, cobalah potret produk makanan Anda dengan posisi sebagai berikut: arah kiri dengan jarak sekitar 9 cm, sisi kanan diberi jarak 3 cm, dan sisi belakangnya 12 cm. Namun, aturan jarak tersebut sifatnya fleksibel, ya. Artinya, Anda bisa menyesuaikannya lagi dengan tingkat ketajaman cahaya di ruang foto. 

Demikian, beberapa tips yang bisa Anda coba dalam upaya memproduksi foto produk makanan yang lebih instagramable dan menggoda selera. Untuk itu, persiapkan konsep fotografi makanan Anda secara matang untuk memperoleh hasil foto yang memuaskan. Yang terpenting lagi, teruslah menambah wawasan seputar cara atau tips food photography untuk meningkatkan kualitas jepretan Anda!

Exit mobile version