Jadi Keren, Nih Pentingnya Memahami Color Space untuk Foto

Color Space

Bagi Anda yang bergelut secara profesional atau menggemari fotografi maupun desain visual untuk keperluan yang lebih kasual, color space adalah salah satu hal yang jangan sampai terlewat. Pasalnya, color space untuk foto berperan sangat penting dalam menghasilkan citra yang optimal atau sesuai dengan ekspektasi Anda.

Mengapa Color Space Penting?

Anda berhasil mengabadikan sebuah momen indah melalui viewfinder. Anda pun bermaksud membagikannya di media sosial seperti Instagram. Namun, untuk lebih mempertajam beberapa detail dan membuat tampilan foto secara keseluruhan lebih maksimal, Anda pun melakukan proses editing di komputer.

Editing selesai. Anda puas dengan hasilnya dan tak sabar untuk segera menunjukkannya ke lebih banyak mata. Namun, begitu foto diunggah ke Instagram, hasilnya justru berbeda. Warnanya tidak secantik yang Anda dapatkan melalui proses editing sebelumnya.

Layar yang belum dikalibrasi barangkali menjadi jawaban yang paling banyak disuarakan. Namun, sudahkah Anda juga memikirkan kemungkinan lainnya, yakni pengaturan color space yang belum disesuaikan?

Pasalnya, tiap perangkat mempunyai color space yang berbeda-beda. Jika color space yang Anda gunakan di komputer berbeda dengan color space yang ada di ponsel, maka jangan heran jika hasil keduanya pun berbeda.

Konsep RGB dan CMYK

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai color space, ada baiknya Anda memahami dulu konsep RGB dan CMYK. Keduanya merupakan dua model warna.

RGB (Red, Green, Blue) adalah kombinasi warna yang terdiri dari warna-warna dasar dari cahaya, yakni merah, hijau, dan biru. Model warna ini pun digunakan pada era fotografi digital seperti saat ini.

Sementara itu, CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) adalah kombinasi warna yang terdiri dari warna-warna tinta saat mencetak atau menghasilkan suatu gambar. Hal ini pula yang sering menjadikan perbedaan saat hasil foto yang Anda miliki berbeda warna ketika dicetak.

Singkatnya, RGB dipakai untuk keperluan tampilan warna di layar perangkat, sedangkan CMYK dipakai untuk keperluan tampilan warna di media cetak (warna printer). Adapun campuran warna-warna RGB akan menghasilkan warna putih, sedangkan campuran warna-warna CMYK akan menghasilkan warna hitam.

Apa Itu Color Space dan Apa Saja Jenis-Jenisnya?

Color space adalah rentang jangkauan warna (atau juga disebut ruang warna) yang ada di masing-masing perangkat (kamera, komputer, dan sebagainya). Adapun jenis color space yang umum digunakan adalah Adobe RGB, sRGB, dan CMYK. Dari ketiganya, Adobe RGB (diciptakan oleh Adobe pada 1998) mempunyai rentang warna paling luas. Barulah setelah itu sRGB (diciptakan oleh Microsoft dan Hewlett-Packard pada 1996) dan disusul oleh CMYK yang tak lain merupakan keturunan dari sRGB.

sRGB menjadi color space yang paling banyak digunakan di berbagai perangkat (termasuk browser) saat ini. Makin sedikit rentang warna yang tersedia, makin memudahkan orang untuk melihat warna yang sama. Oleh karena itu, jika Anda melihat suatu gambar di internet dari ponsel baru-baru ini dan keluaran yang lebih lama, warnanya cenderung tidak akan jauh berbeda. 

Namun, tentu saja, untuk keperluan grafis, Adobe RGB memberi kepuasan lebih maksimal. Anda mempunyai rentang warna lebih luas untuk ‘dimainkan’ sehingga foto yang diolah pun menjadi lebih tajam, menarik, dan mengesankan. Sayangnya, memang, tidak semua orang dapat melihat foto tersebut dengan detail warna yang sama seperti yang Anda lihat atau atur jika media yang digunakan tidaklah mendukung mode Adobe RGB.

Bagaimana Agar Warna Foto Tidak Berubah Saat Dilihat pada Media Berbeda?

Dari penjelasan di atas, Anda tentu sekarang telah memahami betapa pentingnya pengaturan color space untuk foto. Lantas, bagaimana cara yang paling tepat untuk membuat warna foto tidak berbeda saat harus dipindahkan ke media berbeda?

1. Sesuaikan Pengaturan dengan Kebutuhan

Langkah paling utama adalah dengan mengetahui kebutuhan atau tujuan Anda: apakah foto tersebut hanya untuk koleksi digital pribadi, perlu ditransfer ke media digital lainnya, atau bahkan dicetak menjadi bentuk fisik.

Mulailah dengan pengaturan kamera. Sebagian kamera DSLR menawarkan opsi color space Adobe RGB dan sRGB yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan. Selain itu, Anda juga dapat mengubahnya di Photoshop. Pada menu Edit, pilih submenu Convert to Profile. Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan Anda.

2. sRGB untuk Keperluan Lebih Luas

Singkatnya, pilihan paling ‘aman’ agar hasil warna yang Anda olah sedemikian cantiknya tidak berubah ketika dipindah ke media digital lainnya adalah dengan menggunakan color space sRGB yang paling versatile.

Seperti yang disebutkan tadi, sRGB adalah color space yang masih mendominasi hingga saat ini. Sebagian ponsel memang sudah dilengkapi dengan layar yang mendukung Adobe RGB. Sayangnya, perangkat tersebut merupakan kelompok flagship sehingga cenderung masih sedikit orang yang memilikinya. 

Maka dari itu, apabila Anda menargetkan lebih banyak orang untuk melihat hasil karya tersebut, sRGB adalah solusinya. Anda dapat memaksimalkan detail pengaturan menggunakan mode ini. Mulai dari smartphone, browser, dan berbagai perangkat digital lainnya dapat membaca dan menampilkan color space ini dengan baik.

3. Kalibrasi Layar

Sayangnya, ada saja kejadian saat seseorang sudah melakukan pengaturan color space dengan baik—termasuk sRGB untuk keperluan digital maupun CMYK untuk keperluan cetak, warna yang dihasilkan pada media tujuan berbeda. 

Anda dapat meminimalkan risiko ini dengan melakukan kalibrasi pada layar. Sebagaimana umumnya kalibrasi di perangkat mana pun, Anda perlu melakukannya secara berkala untuk menjaga kualitas warna pada citra.

4. Pengaturan Brightness dan Efek Glare

Banyak orang yang tanpa menyadari melakukan perubahan pengaturan brightness pada layar yang sedang digunakan dan merasa kesal ketika hasil cetakannya tidak sesuai dengan hasil editing yang dilakukan. Padahal, menurunkan maupun menaikkan tingkat kecerahan layar akan menghasilkan warna yang berbeda. Selain itu, efek glare juga dapat memengaruhi kondisi ini. Untuk meminimalkannya, Anda dapat menggunakan hood khusus monitor yang digunakan.

5. Bahan Kertas

Jika Anda akan mencetak foto, maka perhatikan bahan kertas yang akan dipakai. Tiap jenis kertas mempunyai karakter masing-masing seperti daya serapnya. Warna yang dihasilkan pun akan berbeda-beda sesuai dengan efek bawaan dari tiap kertas.

Bicara soal mencetak foto, idealnya tentu Anda melakukannya sendiri. Namun, perangkatnya yang mahal tentu bukanlah opsi paling bijak terutama jika Anda hanya menggunakannya sesekali. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda memiliki satu langganan khusus yang dapat dipercaya untuk urusan percetakan. 

Pasalnya, percetakan satu dengan yang lainnya sangat mungkin berbeda karena berbagai faktor, seperti layar yang tidak dikalibrasi dan kesalahan operator. Dengan demikian, begitu Anda sudah menemukan satu yang cocok dan berlangganan, mereka pun akan mengenali ‘karakter’ (foto) Anda sehingga beberapa kekurangan pada hasil cetakan dapat ditekan.

Nah, demikianlah informasi mengenai color space untuk foto. Mengingat pentingnya elemen yang satu ini, pastikan Anda tidak pernah lupa untuk mengaturnya dengan tepat sedari awal agar tak harus kerja berulang kali. Semoga bermanfaat!

Exit mobile version